Home Berita Infrastruktur Kian Merata, 3,3 Juta Warga Terserap dalam Program Padat Karya

Infrastruktur Kian Merata, 3,3 Juta Warga Terserap dalam Program Padat Karya

Share

JAKARTA, LINTAS — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat sebanyak 3,3 juta orang telah terserap dalam kegiatan padat karya infrastruktur sepanjang tahun 2025. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pemerataan ekonomi sekaligus mewujudkan visi Astacita Presiden Prabowo Subianto.

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan, pembangunan infrastruktur tahun ini tidak hanya berfokus pada konstruksi fisik. Namun, juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja. “Kementerian PU tidak hanya membangun fisik, tetapi juga membangun kehidupan dan masa depan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (20/10/2025).

Program padat karya dijalankan melalui berbagai kegiatan berbasis masyarakat, seperti Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI). Termasuk Pamsimas, Sanimas, dan PISEW. Total 11.000 titik pekerjaan tersebar di berbagai daerah, dengan 9.500 titik di antaranya merupakan proyek irigasi masyarakat (P3-TGAI).

Selain membuka lapangan kerja, proyek-proyek tersebut mendukung target ketahanan pangan nasional. Kementerian PU menargetkan pembangunan jaringan irigasi baru sepanjang 70 kilometer untuk mengairi 13.000 hektar sawah, serta rehabilitasi jaringan irigasi lama seluas 203.000 hektar.

Untuk memperluas layanan air di lahan kering, dibangun pula 1.805 unit Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) dengan total layanan 18.424 hektar. “Bendungan dan jaringan irigasi ini menjadi tulang punggung swasembada pangan,” kata Dody.

Permudah akses

Hingga 2025, Kementerian PU menyelesaikan pembangunan 53 bendungan dan tengah menuntaskan 15 bendungan baru yang akan menambah layanan irigasi seluas 184.515 hektar.

Di sisi lain, pemerintah memperkuat konektivitas antarwilayah melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) dan pembangunan jembatan gantung. Tahap pertama IJD mencakup pembangunan 711 kilometer jalan dan 148 kilometer jembatan, sedangkan tahap kedua sepanjang 567 kilometer. Sebanyak 43 jembatan gantung juga dibangun untuk mempermudah akses masyarakat di daerah terpencil.

“Setiap jembatan bukan hanya baja dan kabel, melainkan juga jembatan harapan bagi anak sekolah dan pedagang kecil yang kini bisa menyeberang dengan aman,” tutur Dody.

Program IJD diarahkan untuk mendukung kawasan pangan nasional dan membuka isolasi wilayah. Saat ini, tingkat kemantapan jalan nasional mencapai 95,22 persen, sedangkan jalan daerah baru 69,64 persen.

Sekolah Rakyat

Selain infrastruktur transportasi, Kementerian PU juga mendorong pembangunan manusia melalui program Sekolah Rakyat. Tahun ini, pemerintah merenovasi 166 Sekolah Rakyat Rintisan di 32 provinsi dan menyiapkan pembangunan 104 Sekolah Rakyat Permanen tahap kedua.

Seluruh program strategis tersebut dijalankan dengan pagu anggaran Rp 94,99 triliun pada Tahun Anggaran 2025. “Anggaran ini diarahkan secara strategis untuk melanjutkan dan meningkatkan pembangunan infrastruktur yang berkualitas, guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” kata Dody.

Dengan strategi tersebut, Kementerian PU mempertegas perannya sebagai pendorong (enabler) pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus pelaksana nyata visi Astacita Presiden Prabowo untuk mewujudkan kemandirian pangan, energi, dan pemerataan kesejahteraan. (HRZ)

Baca Juga: Menteri PU Dody Hanggodo Kawal Keberlanjutan Program Prioritas dan Padat Karya

Share