Home Berita Ignasius Jonan Bagi-bagi Ilmu, Menteri Basuki Ingat Pesan Napoleon

Ignasius Jonan Bagi-bagi Ilmu, Menteri Basuki Ingat Pesan Napoleon

Share

Jakarta, Lintas — Saat Ignasius Jonan berbagi ilmu jadi pejabat negara, Menteri Basuki Hadimuljono meminta insan PUPR mengimplementasikan pesan Napoleon Bonaparte.

Ignasius Jonan yang juga mantan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Menteri Perhubungan dan Menteri ESDM berbagi ilmu saat menjadi narasumber acara “Leadership Lecture Entrepreneurship dalam Penyelenggaraan Infrastruktur Publik” di Auditorium Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jakarta, Senin (3/7/2023).

Dalam acara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa setiap penyelenggaraan infrastruktur di Kementerian PUPR bukan merupakan pekerjaan individu.

Baca juga: Rumah Bersubsidi di Batam “Dihadiahi” PSU Jalan Beton

Hal itu merupakan pekerjaan bersama, sehingga harus memberikan nilai tambah bagi insan PUPR lainnya.

“Tidak ada satu pun pekerjaan di Kementerian PUPR yang dikerjakan satu orang/unit organisasi. Setiap pekerjaan harus bisa menjadi input bagi unit organisasi yang lain. Jadi, budayakan silaturahmi antar rekan kerja agar dapat saling berbagi dan meng-create value untuk yang lain,” tegas Menteri Basuki dalam keterangan yang didapat MajalahLintas.

Mantan menteri dan Dirut KAI Ignasius Jonan menjadi narasumber acara Kementerian PUPR. | Dokumentasi PUPR

Senada Menteri Basuki, Ignasius Jonan mengatakan, pada dasarnya prinsip penyelenggaraan infrastruktur publik yakni membangun value creation for public services.

Sehingga, Kementerian PUPR sebagai lembaga penyelenggara harus fokus kepada masyarakat dan dapat memberikan nilai tambah.

Mindset kita harus fokus kepada customer, jadi pada apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, bukan apa yang bisa kita buat. Karena apa yang kita buat tidak akan ada artinya kalau tidak digunakan oleh masyarakat,” kata Jonan.

Di samping itu, dalam penyelenggaraan infrastruktur publik juga harus melihat dampaknya ke depan, terutama yang berkaitan dengan environment, social, dan government (ESG).

“Proses bisnisnya tetap harus mempertimbangkan dampak bagi lingkungan, terutama risiko kalau gagal memitigasi climate change. Kemudian masyarakat dan tata kelola pemerintahan. Tapi, sebagai public servant kita harus mengutamakan masyarakat, karena yang menggaji kita juga masyarakat,” tegas Jonan.

Pesan Napoleon

Menteri Basuki berharap insan PUPR dapat mengimplementasikan pesan Napoleon Bonaparte terkait karakter pemimpin yang dapat mempengaruhi karakter anggotanya.

Napoleon merupakan Kaisar Prancis sekaligus panglima pemberani bak singa yang punya strategi hebat di masanya sehingga banyak memenangkan perang di Eropa.

“Saya ingin PUPR ini merupakan singa-singa yang dipimpin oleh singa yang buas. Sehingga, kita semua memiliki karakter yang tangguh dan dapat perform sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat,” harap Menteri Basuki.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Ignasius Jonan | Dokumentasi PUPR

Terakhir, Menteri Basuki mengapresiasi Ignasius Jonan yang telah membagi pengalamannya selama memimpin beberapa lembaga negara dan badan usaha kepada para insan PUPR.

“Terima kasih atas pencerahannya mengenai leadership dan entrepreneurship, mudah-mudahan dapat mempengaruhi kita semua dalam mengambil keputusan. Dan yang terpenting adalah apa yang dibutuhkan dan apa yang bisa kita berikan kepada masyarakat,” tutup Menteri Basuki.

Kegiatan ini dihadiri seluruh Pimpinan Tinggi Madya, Pimpinan Tinggi Pratama, Kepala Balai Besar/Balai hingga para pejabat administrator di lingkungan Kementerian PUPR. (EDW)

Baca Juga: Rusun Polda Sumbar Selesai Dibangun

Share