Home Opini “Goodbye” September: Masa Bakti Joko Widodo digantikan Prabowo Subianto

“Goodbye” September: Masa Bakti Joko Widodo digantikan Prabowo Subianto

Share

Walaupun terjadi juga pro-kontra, khusus Pulau Jawa pun telah tersambung dari barat ke timur sejak era Daendels (2018). Selama 10 tahun pemerintahannya Jokowi juga telah berhasil membangun 43 bendungan baru, 36.600 km jalan desa, 43.200 jalan tol, serta 6000 km jalan nasional, berikut Pembangunan 3.743 komplek persekolahan.

Itu belum termasuk lebih empat ribu kilometer pembangunan Jalan Trans Papua, di mana terdapat tambang emas terekenal Freeport, dll.

Selain itu Jokowi telah berani mendongkrak hidupnya proyek MRT, LRT, hingga Kereta Api Cepat Jakarta – Bandung dan beberapa irigasi yang sangat diperlukan bagi pariwisata nasional. Sebuah hasil survey menunjukan bahwa pada periode Oktober 2024 sebanyak 39,1 persen responden menilai legacy nya yang terbaik dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Gestur keberanian Jokowi itu juga terlihat dari keberhasilannya mengakuisisi saham mayoritas pertambangan logam mulia dari tangan asing. Hasilnya antara lain bahwa holding BUMN atas nama pemerintahan Indonesia memperoleh posisi 51 persen hasil produksi.

Selanjutnya, meski dalam kondisi ekonomi sulit, pembangunan IKN sebagai ibukota baru menggantikan Jakarta juga merupakan kebijakan berani, walaupun untuk itu Indonesia butuh dana sementara Rp644 triliun, yang sebagian besar berasal dari para investor.

Namun tanpa mengenyampingkan dinamika ekonomi sosial, harus diakui bahwa semua kebijakan presiden itu telah berjalan cukup lancar. Tidak seperti negara lain yang merespon depresi dan pandemi dengan upaya “lockdown” total, Jokowi menerapkan “strategi gas and rem” dan kebijakan situasional tersebut telah melonggarkan pembatasan fisik sesuai kondisi aktual Indonesia.

Rupanya herbalisasi peninggalan nenek moyang ternyata cukup ampuh membantu kesejahteraan rakyat Indonesia. Akhirnya dunia menilai bahwa simultansi pemulihan kesehatan dan ekonomi Indonesia telah menjadikan negeri ini sebagai negara tercepat dalam mengatasi dampak destruksi itu.

Memang pemimpin yang baik (good leader) pada umumnya mampu beradaptasi dengan zaman yang berputar. Namun pemimpin hebat (great leader) adalah pemimpin yang bisa mengayomi perkembangan dan sudah tentu tak ada manusia yang sempurna di muka bumi, karena masih dihinggapi kekurangan sana-sini.

Contohnya masih ada infrastruktur yang belum efektif digunakan, seperti pembangunan trowongan besar untuk tol dekat Kota Payakumbuh yang mangkrak bertahun tahun karena belum disepakati warga.

Memang, belajar dari kesalahan atau kekurangan bukanlah untuk menghindarinya, tetapi untuk menghadapi dan bangkit dari keterpurukan. Dalam hal ini Bung Karno pernah berkata bahwa pemimpin suatu bangsa selalu datang dan pergi, dikeritik atau dipuji. Sebab bangsa yang besar dan kuat selalu menghargai jasa- jasa pendahulunya dan mawas diri.

Hilirisasi

Kebijakan ini adalah proses dan cara melakukan pengolahan bahan baku menjadi barang siap pakai. Tujuannya untuk meningkatkan nilai produk menjadi lebih berharga, untuk selanjutnya dapat meningkatkan perekonomian bangsa dan negara, tanpa menggerus bidang perikanan dan pertanian. Hilirisasi adalah langkah kunci agar negara ini tidak lagi bergantung pada eksport bahan mentah.

Selain itu, juga untuk dapat meningkatkan nilai tambah, serta membuka lapangan kerja, dan menaikan jumlah penerimaan negara, yang berujung pada peningkatan konstruksi dan kontektivitas.

Oleh:

Share