JAKARTA, LINTAS – Akses masyarakat di ruas jalan nasional Krica–Lidi, Desa Pulue, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai dipulihkan setelah gempa bumi yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026) memicu sedikitnya 10 titik longsor di sepanjang jalur tersebut.
Ruas Krica–Lidi sepanjang 4,1 kilometer menjadi salah satu jalur yang terdampak bencana. Material longsoran menutup badan jalan di sejumlah lokasi sehingga menghambat mobilitas masyarakat.
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT bersama pemerintah daerah terus melakukan penyusuran dan identifikasi kondisi lapangan untuk memastikan jumlah serta tingkat kerusakan di sepanjang ruas terdampak.
Hasil identifikasi sementara menunjukkan terdapat sedikitnya 10 titik longsor dengan skala bervariasi, mulai dari longsoran kecil hingga material longsoran dalam jumlah besar. Setiap titik membutuhkan penanganan sesuai kondisi medan dan tingkat gangguan terhadap akses jalan.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan percepatan pemulihan akses menjadi salah satu prioritas dalam penanganan infrastruktur pascabencana.
“Kami hadir pada setiap bencana, karena arahan Pak Presiden sudah jelas bahwa kita tidak boleh berduka berlama-lama, secepatnya kita harus bangkit,” kata Dody dikutip Kamis (20/8/2026).
Ia meminta pendataan titik-titik terdampak dilakukan secara lengkap agar pengerahan personel dan peralatan dapat segera disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
“Jadi saya mohon diberikan data lengkapnya, titik-titiknya. Sehingga kami bisa menurunkan tim segera, bisa berkoordinasi dengan kepala-kepala dinas, bisa langsung mengecek satu per satu dan langsung bekerja,” ujarnya.
Membuka Jalan yang Tertutup
Untuk mempercepat pembukaan akses, hingga Selasa (18/8/2026) malam telah dimobilisasi dua unit excavator dan satu unit kendaraan pikap L300 ke lokasi. Peralatan tersebut digunakan untuk membersihkan material longsoran sekaligus membuka badan jalan yang tertutup.
Upaya tersebut mulai membuahkan hasil. Pada Rabu (19/8/2026) pukul 16.00 WIT, tim gabungan berhasil menembus salah satu titik longsor di Desa Pulue pada ruas Krica–Lidi.
Meski demikian, pekerjaan belum sepenuhnya selesai. Tim masih melanjutkan pembersihan material longsoran dan memastikan kondisi jalur sebelum akses dapat dilalui masyarakat secara aman.
Penanganan terhadap titik longsor lainnya dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan lokasi yang paling memungkinkan untuk segera dibuka. Identifikasi lapangan juga terus dilakukan untuk menentukan kebutuhan alat berat, metode penanganan, serta urutan prioritas pekerjaan.
Dalam proses pemulihan tersebut, kondisi medan menjadi salah satu pertimbangan utama. Aspek keselamatan petugas dan masyarakat juga tetap menjadi perhatian selama proses pembersihan dan pembukaan akses berlangsung.
Pemulihan ruas Krica–Lidi diharapkan dapat kembali mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar aktivitas warga di wilayah yang terdampak gempa Flores. (CHI)
Baca Juga: Pascagempa, Kementerian PU Kerahkan Mobil Tangki untuk Penuhi Air Bersih Warga NTT












