JAKARTA, LINTAS – Proses evakuasi pasca insiden kereta api di wilayah Stasiun Bekasi Timur masih terus berlangsung. Pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan perkembangan terbaru terkait upaya penyelamatan dan pemulihan operasional.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa saat ini masih ada tiga penumpang yang terperangkap di dalam rangkaian kereta dan proses evakuasi terus dilakukan secara hati-hati.
“Evakuasi memerlukan kehati-hatian tinggi karena keselamatan korban dan petugas menjadi prioritas utama,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Evakuasi Memakan Waktu Delapan Jam
Bobby menjelaskan, proses evakuasi berlangsung sekitar delapan jam karena dilakukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian. Hingga kini, 12 gerbong kereta telah berhasil dievakuasi dan dipindahkan ke Stasiun Bekasi.
“Kami kini mempersiapkan evakuasi lokomotif dengan koordinasi intensif bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan agar seluruh proses berjalan aman,” katanya. Selain proses penyelamatan, KAI mencatat puluhan penumpang mengalami luka dan masih menjalani perawatan medis.
Layanan KRL Masih Dibatasi
Seiring progres evakuasi, jalur hilir telah kembali dibuka untuk operasional kereta api. Meski demikian, layanan Commuter Line belum dapat melayani naik turun penumpang di Stasiun Bekasi Timur.
“Untuk sementara Commuter Line kami batasi hanya sampai Stasiun Bekasi,” jelas Bobby.
KAI juga membuka Posko Tanggap Darurat di lokasi serta menyediakan layanan call center 121 bagi korban dan keluarga yang membutuhkan informasi.
“Silakan menghubungi call center 121 atau datang ke posko untuk mendapatkan bantuan dan informasi terkini,” tutur Bobby. (CHI)
Baca Juga: KRL dan Argo Bromo Tabrakan di Bekasi Timur, 7 Penumpang Meninggal































