JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan akan membangun kembali Jembatan Gantung Sikundo di Gampong Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, dengan desain yang lebih tinggi, lebih aman, dan lebih tangguh terhadap banjir.
Langkah tersebut dilakukan menyusul hanyutnya jembatan akibat banjir bandang yang melanda kawasan tersebut beberapa waktu lalu. Kerusakan jembatan sempat membuat warga terpaksa menyeberangi sungai menggunakan sling kabel baja, kondisi yang menjadi perhatian luas karena berisiko terhadap keselamatan masyarakat.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, pemerintah telah mengambil langkah cepat melalui pembangunan dua jembatan gantung perintis sebagai akses sementara. Jembatan tersebut dibangun oleh TNI dan Polri agar mobilitas masyarakat dapat kembali berjalan sambil menunggu pembangunan jembatan permanen.
Selanjutnya, Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh akan meningkatkan jembatan perintis tersebut menjadi jembatan permanen yang memiliki elevasi lebih tinggi sehingga lebih aman saat terjadi banjir.
“Jembatan Sikundo InsyaAllah bisa kok, nanti kita support dari Balai Jalan kita. Kita buat jembatan yang agak tinggi supaya pada saat ada banjir jembatan itu aman,” kata Dody usai meninjau lokasi Jembatan Sikundo dikutip Minggu (2/8/2026).




Kondisi Hidrologi Sungai
Menurut Dody, desain pembangunan akan mempertimbangkan kondisi hidrologi sungai serta masukan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Barat. Ketinggian jembatan akan ditingkatkan dibandingkan konstruksi sebelumnya agar memiliki ruang bebas (freeboard) yang memadai terhadap kenaikan muka air saat banjir.
“Tadi juga Pak Bupati sudah kasih arahan supaya bikin agak tinggi dari yang kemarin,” tambahnya.
Selain memastikan pembangunan jembatan baru, Menteri Dody juga menginstruksikan BPJN Aceh untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jembatan gantung eksisting yang berada pada akses menuju Gampong Sikundo dan dibangun pada 2018.
BPJN Aceh diminta melakukan survei teknis secara komprehensif serta berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat sebagai dasar penyusunan desain peningkatan jembatan.
Apabila hasil kajian menunjukkan perlunya penggantian konstruksi, pemerintah akan membangun jembatan dengan struktur yang lebih kuat atau menggunakan desain khusus sehingga nantinya dapat dilalui kendaraan roda empat. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas kawasan sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur terhadap bencana.
Sebagai tindak lanjut, BPJN Aceh telah melakukan penanganan awal di lapangan berupa pengecekan lokasi, pemasangan safety line, serta menyiapkan personel, alat berat, dan material konstruksi untuk mempercepat proses pembangunan. Pelaksanaan pekerjaan fisik dijadwalkan mulai Sabtu (1/8/2026). (CHI)
Baca Juga: 134 Awak Penerbangan Jalani Tes Urine Acak di Soekarno-Hatta, Kemenhub Ungkap Hasilnya















