Home Berita Empat Kapal Penumpang di Makassar Lulus Uji Kelaiklautan Jelang Lebaran 2026

Empat Kapal Penumpang di Makassar Lulus Uji Kelaiklautan Jelang Lebaran 2026

Share

JAKARTA, LINTAS — Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan melakukan uji petik kelaiklautan terhadap sejumlah kapal penumpang di Pelabuhan Makassar guna memastikan kesiapan Angkutan Laut Lebaran 2026 berjalan aman dan selamat.

Kegiatan yang berlangsung pada 18–20 Februari 2026 tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Samsuddin, bersama tim KSOP Utama Makassar.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjamin keselamatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat selama periode mudik Lebaran.

Samsuddin mengatakan, lonjakan penumpang saat musim mudik harus diantisipasi dengan pengawasan ketat terhadap seluruh armada kapal penumpang yang beroperasi.

“Uji petik ini kami lakukan untuk memastikan seluruh kapal penumpang yang beroperasi pada masa Angkutan Lebaran benar-benar memenuhi persyaratan kelaiklautan. Keselamatan adalah prioritas utama dan tidak bisa ditawar,” kata dia dikutip Senin (23/2/2026).

Empat Kapal Diperiksa

Sebanyak empat kapal penumpang menjalani uji petik kelaiklautan, yakni: KM Dobonsolo – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero), KM Ciremai – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero), KM Dorolonda – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) dan KM Mutiara Ferindo I – PT Atosim Lampung Pelayaran.

Menurut Samsuddin, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek teknis maupun administratif. Tim melakukan pengecekan dokumen dan sertifikat keselamatan kapal, sistem navigasi dan komunikasi, alat keselamatan seperti sekoci dan pelampung, alat pemadam kebakaran, kondisi mesin dan instalasi kelistrikan, hingga kesiapan serta sertifikasi awak kapal.

Selain itu, tim juga memeriksa prosedur tanggap darurat dan memastikan awak kapal memahami penggunaan peralatan keselamatan melalui proses familiarisasi. Kapasitas angkut penumpang turut menjadi perhatian agar sesuai manifes dan tidak melebihi batas yang telah ditetapkan.

Zero Compromise for Safety

Samsuddin menjelaskan, bahwa Ditjen Hubla menerapkan prinsip Zero Compromise for Safety. Tidak ada toleransi bagi kapal yang tidak memenuhi standar keselamatan pelayaran.

“Secara umum keempat kapal dalam kondisi laiklaut. Namun kami merekomendasikan agar seluruh temuan hasil pemeriksaan dapat segera ditindaklanjuti dan dipenuhi paling lambat sebelum 1 Maret 2026,” ujarnya.

Menurutnya, langkah preventif ini penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan laut selama puncak arus mudik Lebaran 2026. Samsuddin menambahkan, kegiatan uji petik di Makassar merupakan bagian dari rangkaian persiapan nasional Angkutan Laut Lebaran 2026.

“Ditjen Hubla akan melakukan pengawasan terpadu di pelabuhan-pelabuhan utama, meningkatkan koordinasi dengan operator kapal, serta mengoptimalkan fungsi Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan,” tuturnya. (CHI)

Baca Juga: Sambut Mudik Lebaran 2026, Menhub dan Gubernur Jatim Siapkan Strategi Besar

Oleh:

Share