CIMAHI, LINTAS – Kota Cimahi, Jawa Barat terus memperkuat upaya penanganan sampah dengan mengembangkan sistem pengolahan terpadu yang mencakup seluruh wilayah. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, menyampaikan hal tersebut dalam acara Press Tour Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Cimahi, Kamis (13/11/2025).
“Cimahi ini mungil, hanya terdiri dari 15 kelurahan, tapi tetap saja masalah sampah menjadi tantangan utama karena jumlah penduduk kita hampir mencapai 600 ribu jiwa,” ujar Chanifah.
Ia menjelaskan, Pemkot Cimahi tengah berkoordinasi dengan Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Jawa Barat untuk melakukan pengembangan fasilitas pengolahan sampah, termasuk rencana land extension di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang ada saat ini.

“Kami akan menambah cakupan pelayanan menjadi lima kelurahan di kawasan ini,” jelasnya.
Membangun Fasilitas Baru
Namun, Chanifah menegaskan bahwa kelurahan lain tetap mendapatkan layanan pengelolaan sampah. DLH Cimahi telah menyiapkan sejumlah TPST skala kecil serta membangun fasilitas baru di wilayah Cimahi Selatan.
“Kami menyewa satu lokasi untuk mengolah sampah dengan kapasitas 10 ton per hari. Alatnya sudah siap, dan operasionalnya akan dimulai akhir tahun ini,” tuturnya.
Selain itu, Cimahi juga memperkuat pengelolaan di tingkat TPS. Saat ini terdapat enam TPS yang siap mengolah sampah dalam skala kecil. “Harapannya, seluruh 15 kelurahan di Cimahi dapat terlayani dengan sistem yang terintegrasi,” kata Chanifah.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya penerapan pendekatan end-to-end service dalam pengelolaan sampah di daerahnya.
“Kami ingin memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa sampah diolah dengan benar dan tidak dibuang ke sungai. Ini bagian dari komitmen kami untuk menjaga lingkungan dan kebersihan kota,” ujarnya. (CHI)
Baca Juga: Jawa Barat Hadapi Darurat Sampah, TPST Sentiong Jadi Solusi Inovatif di Kota Cimahi































