JAKARTA, LINTAS — Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memastikan Bendungan Sutami di Kabupaten Malang, Jawa Timur, tetap berfungsi optimal. Hal ini untuk menunjang program Astacita Presiden Prabowo, khususnya mendorong swasembada pangan, energi, dan air.
Bendungan yang berlokasi di Desa Karangkates itu telah beroperasi lebih dari 50 tahun. Karena itu, perawatan khusus diperlukan agar manfaatnya terus maksimal.
Bendungan Sutami memiliki luas genangan 15 kilometer persegi dan mampu menampung 175,11 juta meter kubik air. Infrastruktur ini menjadi penyuplai air irigasi untuk 34.000 hektar sawah, pembangkit listrik tenaga air sebesar 488 juta kWh per tahun, serta pengendali banjir Q1.000 dengan debit 4.200 meter kubik per detik.
Pengelolaan bendungan dilakukan oleh Perum Jasa Tirta (PJT) I yang terhubung dengan Command Centre di Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Jakarta. PJT I mengelola lima wilayah sungai di bawah kewenangan pemerintah pusat: Brantas, Bengawan Solo, Jratunseluna, Serayu Bogowonto, dan Toba Asahan.




Dalam kunjungan itu, Dody berdialog dengan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Kabupaten Malang. Petani menyampaikan aspirasi dan kendala dalam pemanfaatan jaringan irigasi.
Perawatan rutin bendungan mencakup pemeliharaan pintu air, perbaikan instalasi, dan pelumasan mesin. Termasuk monitoring keamanan seperti pengamatan rembesan dan pergeseran bendungan, serta pembersihan sampah dan pengerukan sedimentasi.
Guna memastikan target Astacita Prabowo-Gibran bisa tercapai, Dody terus memastikan semua bendungan beroperasi maksimal. Seperti diberitakan, Dody menyambagi Bendungan Semantok di Nganjuk. Sebelumnya, Dody juga meninjau proses penyelesaian Bendungan Ulu di Gorontalo. (HRZ)
Baca Juga: Tindakan Ini Dilakukan untuk Atasi Volume Defisit 43 Bendungan di Pulau Jawa

























