JAKARTA, LINTAS – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperkuat konektivitas antarpulau di Indonesia melalui pengembangan infrastruktur Pelabuhan Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Langkah strategis tersebut ditandai dengan groundbreaking pembangunan Dermaga 2 serta peningkatan kapasitas Dermaga 1 yang digelar pada Kamis (18/6/2026).
Pengembangan pelabuhan ini menjadi bagian dari upaya ASDP dalam meningkatkan layanan transportasi penyeberangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah kepulauan yang memiliki mobilitas penumpang dan distribusi logistik yang terus meningkat.
Acara peletakan batu pertama tersebut dihadiri Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan Ronny Kartika, Kepala Dinas Perhubungan Kepulauan Riau Junaidi, perwakilan unsur TNI dan Polri, Kepala BPTD Kelas II Kepulauan Riau Dini Kusumahati, jajaran PT Nindya Karya, serta Direksi ASDP dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, pembangunan infrastruktur di Pelabuhan Tanjung Uban merupakan langkah penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan transportasi yang semakin andal dan efisien.
“Setiap dermaga yang kami bangun bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan penghubung berbagai peluang ekonomi, pengembangan sektor pariwisata, dan peningkatan daya saing daerah. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen ASDP dalam mewujudkan visi We Bridge the Nation, menghubungkan wilayah sekaligus membuka akses terhadap pertumbuhan yang lebih inklusif,” ujar Heru.
Peluang Investasi
Menurut Heru, pengembangan pelabuhan tidak hanya berfungsi meningkatkan kapasitas layanan penyeberangan, tetapi juga memperkuat rantai pasok logistik serta membuka peluang investasi dan pengembangan ekonomi daerah.
Dukungan terhadap proyek tersebut juga disampaikan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad. Ia menilai peningkatan fasilitas pelabuhan menjadi langkah strategis dalam memperkuat konektivitas antarpulau di provinsi yang sebagian besar wilayahnya berupa perairan.
Ansar berharap pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat dan pelaku usaha di Kepulauan Riau.
Dalam proyek ini, ASDP membangun Dermaga 2 sepanjang 119,48 meter yang dirancang mampu melayani kapal hingga 1.000 Gross Tonnage (GRT). Dermaga tersebut akan dilengkapi movable bridge berkapasitas 80 ton guna mempercepat proses bongkar muat kendaraan dan penumpang.
Selain itu, kapasitas Dermaga 1 juga ditingkatkan melalui penguatan struktur dan fasilitas sandar. Setelah selesai, dermaga ini akan mampu melayani kapal hingga 2.000 GRT dengan panjang sandar mencapai 200,90 meter.
Ditargetkan Rampung Akhir 2026
General Manager ASDP Cabang Batam Reno Yulianto menjelaskan, selain pengembangan Pelabuhan Tanjung Uban, perusahaan juga melakukan rehabilitasi Dermaga I Pelabuhan Telaga Punggur untuk meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi layanan transportasi penyeberangan di Kepulauan Riau.
“Seluruh pekerjaan ini kami targetkan selesai dan dapat beroperasi secara optimal pada akhir tahun 2026. Melalui peningkatan kapasitas dermaga dan modernisasi fasilitas pendukung, ASDP berkomitmen menghadirkan layanan penyeberangan yang semakin prima guna mendukung mobilitas masyarakat, kelancaran rantai pasok, dan aktivitas ekonomi daerah,” kata Reno.
Saat ini Pelabuhan Tanjung Uban melayani tiga lintasan penyeberangan. Salah satu yang paling sibuk adalah lintasan Tanjung Uban–Telaga Punggur yang dilayani oleh KMP Tanjung Burang dan KMP Baru untuk mengangkut penumpang maupun kendaraan.
Tingginya aktivitas penyeberangan menjadi alasan utama pengembangan kapasitas pelabuhan. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, Pelabuhan Tanjung Uban telah melayani sebanyak 301.221 penumpang dan 131.684 kendaraan.
Data tersebut menunjukkan peran strategis Pelabuhan Tanjung Uban sebagai salah satu gerbang transportasi laut penting di Kepulauan Riau. Dengan peningkatan kapasitas yang tengah dilakukan, ASDP optimistis layanan penyeberangan akan semakin lancar, aman, nyaman, dan efisien.
Heru menegaskan, seluruh tahapan pembangunan akan dilaksanakan secara optimal agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
“Sebagai operator penyeberangan yang andal, kami memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi serta pembangunan berkelanjutan di Kepulauan Riau,” kata Heru. (CHI)

























