JAKARTA, LINTAS – Lonjakan arus balik Lebaran 2026 di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk terus diantisipasi oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Berbagai langkah strategis disiapkan untuk menjaga kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan pengguna jasa di tengah peningkatan trafik kendaraan dan penumpang.
Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan guna menghindari puncak arus balik yang diperkirakan terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret 2026.
“Kami mengimbau pengguna jasa untuk menghindari perjalanan pada puncak arus balik Lebaran. Pengaturan waktu perjalanan sangat penting untuk mengurangi kepadatan,” ujarnya.
Ia menegaskan, seluruh skenario operasional telah disiapkan secara matang dan siap diterapkan secara cepat jika terjadi lonjakan kendaraan maupun kondisi cuaca ekstrem.
“Langkah operasional dilakukan secara terukur dan adaptif dengan mengedepankan keselamatan. Jika terjadi lonjakan, mitigasi akan langsung dijalankan secara terkoordinasi,” tambahnya.
Dalam kondisi padat, ASDP bersama KSOP, BPTD, dan Kepolisian akan menerapkan pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB). Skema ini memungkinkan kapal langsung kembali beroperasi tanpa menunggu muatan penuh, sehingga antrean kendaraan dapat lebih cepat terurai.
Kapal Berkapasitas Besar
Selain itu, kendaraan akan diarahkan ke sejumlah buffer zone seperti Grand Watudodol dan Bulusan dengan kapasitas sekitar 900 unit untuk mobil pribadi dan bus. Sementara kendaraan logistik dialihkan ke Terminal Sritanjung, kawasan PT Pusri, dan Pelindo Tanjung Wangi dengan kapasitas sekitar 600 unit.
ASDP juga mengoptimalkan armada kapal berkapasitas besar untuk mempercepat proses bongkar muat. Tercatat sebanyak 55 kapal disiapkan di lintasan Ketapang–Gilimanuk dengan pola operasi yang disesuaikan, mulai dari kondisi normal hingga sangat padat.

Pengguna jasa juga diimbau membeli tiket secara daring melalui aplikasi Ferizy atau situs resmi jauh hari sebelum keberangkatan, mengingat tiket sudah tersedia hingga 60 hari sebelumnya.
Dari sisi keamanan, dukungan Kepolisian turut memperkuat pengaturan arus. Kapolda Jawa Timur, Nanang Avianto, menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam pengelolaan arus balik.
Sementara itu, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyebut kebijakan work from anywhere (WFA) dapat membantu mengurai kepadatan, serta pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kondisi di Gilimanuk.
Berdasarkan data Posko Ketapang selama 24 jam pada H+1 (23 Maret 2026), tercatat 177 perjalanan kapal dengan total penumpang mencapai 38.212 orang, naik tipis 0,7 persen dibandingkan tahun lalu. Kendaraan roda dua mengalami lonjakan signifikan menjadi 6.534 unit atau naik 34,2 persen, sementara kendaraan roda empat tercatat 4.290 unit atau turun 12,9 persen.
Kendaraan Logistik
Untuk kendaraan logistik, jumlah truk mencapai 464 unit atau meningkat 30 persen, sedangkan bus tercatat 283 unit atau naik 9,6 persen. Secara keseluruhan, total kendaraan yang menyeberang mencapai 11.571 unit atau meningkat 10,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara kumulatif sejak H-10 hingga H+1, jumlah penumpang tercatat 285.104 orang atau turun 1,5 persen dibandingkan tahun lalu. Namun, total kendaraan justru meningkat 1,2 persen menjadi 63.085 unit.
General Manager Cabang Ketapang, Arief Eko, memastikan kesiapan operasional di lapangan berjalan optimal, mulai dari pengaturan arus kendaraan hingga percepatan layanan kapal.
“Kami terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan serta memastikan buffer zone dan skema darurat berjalan optimal, sehingga arus penyeberangan tetap lancar dan terkendali,” pungkasnya. (CHI)
Baca Juga: Peringati Hari MRT 2026, Tarif Khusus Rp 243 Berlaku Sehari































