JAKARTA, LINTAS – PT Jasa Marga terus memperkuat konektivitas kawasan Jogja-Solo-Semarang (Joglosemar) melalui pengembangan jaringan jalan tol di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Upaya tersebut dinilai mampu mendorong mobilitas masyarakat, sektor pariwisata, hingga pertumbuhan ekonomi daerah.
Direktur Utama Rivan A. Purwantono memaparkan capaian kinerja serta progres pembangunan ruas tol di Jawa Tengah dan Yogyakarta dalam agenda Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI di Yogyakarta, Kamis (21/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Direktur Bisnis Jasa Marga Reza Febriano beserta jajaran manajemen Jasa Marga Group. Dari pihak DPR RI hadir Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Eko Hendro Purnomo bersama anggota Komisi VI DPR RI.
Rivan mengatakan pengembangan jaringan jalan tol di koridor Jawa Tengah dan Yogyakarta difokuskan untuk memperkuat konektivitas wilayah sekaligus mendukung pengembangan destinasi wisata.
“Yogyakarta dan wilayah sekitarnya memiliki posisi strategis sehingga konektivitas jalan tol menjadi faktor penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan pengembangan destinasi wisata,” ujar Rivan.
Tren Positif
Menurutnya, kinerja ruas tol di kawasan tersebut menunjukkan tren positif sepanjang Triwulan I 2026. Pendapatan tol di sejumlah ruas utama Jasa Marga Group mengalami pertumbuhan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Jalan Tol Semarang–Batang mencatat pertumbuhan sebesar 16,59 persen secara tahunan (year on year/yoy), Jalan Tol Solo–Ngawi naik 23,52 persen yoy, sementara Jalan Tol Jogja–Solo tumbuh 18,91 persen yoy.
Rivan menilai peningkatan tersebut mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat serta meningkatnya aktivitas ekonomi dan wisata di kawasan Joglosemar.


Pada periode libur panjang dan Lebaran 2026, Jasa Marga juga mengoptimalkan pengoperasian jalur fungsional di sejumlah ruas strategis. Pengoperasian itu mencakup Jalan Tol Jogja-Solo sepanjang 30,15 kilometer yang telah bertarif untuk ruas Kartasura–Prambanan, serta jalur fungsional sepanjang 12,23 kilometer pada segmen Prambanan–Purwomartani.
Selain itu, Jalan Tol Jogja-Bawen Seksi 6 sepanjang 4,85 kilometer pada ruas Ambarawa–Bawen juga dibuka secara fungsional untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan.
Kawasan Joglosemar
Optimalisasi jalur tersebut dinilai efektif menyerap lonjakan volume lalu lintas harian hingga mencapai 80 persen dibanding kondisi normal.
Dalam percepatan pembangunan proyek tol di kawasan Joglosemar, Jasa Marga juga menegaskan tetap memperhatikan karakteristik lokal dan tata ruang wilayah Yogyakarta.
“Pengerjaan pembangunan proyek jalan tol ini tetap memperhatikan karakteristik lokal melalui penyesuaian desain konstruksi di sekitar ring road Yogyakarta agar selaras dengan tata ruang dan kearifan lokal masyarakat setempat,” tutur Rivan.
Sementara itu, Eko Hendro Purnomo menilai Yogyakarta memiliki potensi besar di sektor pariwisata, ekonomi, dan UMKM sehingga membutuhkan dukungan konektivitas transportasi yang terintegrasi.
“Yogyakarta ini adalah kota yang benar-benar istimewa. Kita ingin seluruh pariwisatanya terintegrasi total. Tantangan kita hari ini adalah mengoneksikan jalur pesawat, kereta api panoramik, armada DAMRI, hingga pengelolaan jalan tol oleh Jasa Marga,” ujarnya.
Menurut Eko, integrasi seluruh moda transportasi menjadi kunci agar infrastruktur yang telah dibangun BUMN dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, manajemen Jasa Marga menyampaikan apresiasi atas dukungan Komisi VI DPR RI terhadap pembangunan infrastruktur nasional. (CHI)
Baca Juga: Pasca Kecelakaan KA Bekasi, Kemenhub Bakal Tutup 172 Perlintasan
























