Home Berita Alur Sungai Berubah, Negara Amankan Air Warga Padang

Alur Sungai Berubah, Negara Amankan Air Warga Padang

Share

JAKARTA, LINTAS — Perubahan alur Sungai Batang Kuranji pascabanjir memicu krisis air bersih di Kota Padang, Sumatera Barat. Sumur-sumur dangkal warga di Kecamatan Kuranji dan Pauh mengering. Pemerintah bergerak cepat memastikan pasokan air tetap tersedia.

Kementerian Pekerjaan Umum menurunkan langkah darurat untuk menjamin kebutuhan dasar warga. Distribusi air bersih dilakukan sambil menata ulang sistem pengaliran air yang terdampak pergeseran sungai.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, melalui keterangan tertulis, menegaskan, pemenuhan air bersih menjadi prioritas. “Air bersih adalah kebutuhan mendasar. Negara harus hadir saat warga kesulitan,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, Kementerian PU mengalirkan air ke saluran irigasi Gunung Nago Kanan dan Gunung Nago Kiri. Kedua saluran ini menjadi tumpuan suplai air warga sekitar.

Namun, saluran Gunung Nago Kiri masih tertutup sedimen. Karena itu, pembersihan dilakukan lebih dulu agar aliran air kembali normal. Pekerjaan dilaksanakan Dinas PUPR Kota Padang dan SDABK Provinsi Sumatera Barat dengan dukungan alat berat.

Kerahkan Mobil Tangki

Pada saat yang sama, Balai Wilayah Sungai Sumatera V memperbaiki bangunan intake. Perbaikan ini penting untuk memastikan air dapat dialirkan secara stabil dari sungai ke saluran irigasi.

Sambil menunggu aliran pulih, distribusi air bersih dilakukan secara langsung. Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Sumatera Barat mengerahkan lima mobil tangki dan menyiapkan 30 hidran umum.

Air diambil dari kawasan Limau Manis. Proses pemompaan didukung peralatan dari BWS Sumatera V. Distribusi difokuskan ke permukiman warga yang sumurnya tidak lagi menghasilkan air.

Untuk saluran Gunung Nago Kanan, pengaliran air dilakukan dengan sistem pompa dan jaringan pipa sementara. Skema ini dirancang agar suplai air tetap berjalan selama perbaikan permanen berlangsung.

Seluruh langkah penanganan dimulai pada 23 Januari 2026. Monitoring dilakukan setiap hari untuk menyesuaikan dengan kondisi lapangan.

Kementerian PU memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah terus berjalan. Upaya ini sejalan dengan Astacita untuk menjaga layanan dasar masyarakat, terutama di tengah situasi darurat pascabencana. (HRZ)

Baca Juga: CPNS PU Turun Langsung Pasok Air Bersih di Padang

Oleh:

Share