Home Berita WIKA Beton Raih Skor ESG 71, Masuk 13 Persen Teratas Global

WIKA Beton Raih Skor ESG 71, Masuk 13 Persen Teratas Global

Share

JAKARTA, LINTAS – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) mencatatkan lonjakan signifikan dalam penilaian keberlanjutan global dengan meraih skor Environmental, Social, and Governance (ESG) sebesar 71 dari 100 dalam ajang S&P Global Corporate Sustainability Assessment (CSA) yang dirilis pada 6 Februari 2026.

Capaian tersebut menempatkan WIKA Beton dalam kelompok Top Quintile atau 13 persen teratas perusahaan sektor material konstruksi di dunia. Skor 71 ini melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 46, sekaligus hampir dua kali lipat di atas rata-rata industri global yang tercatat sebesar 38.

Direktur Utama WIKA Beton, Kuntjara, menegaskan bahwa capaian ini menjadi bukti konkret transformasi perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnis.

“Skor ESG 71 yang berada di atas rata-rata industri global menegaskan bahwa penerapan prinsip keberlanjutan di WIKA Beton telah menjadi sumber penciptaan nilai dan penguatan daya saing perusahaan,” ujarnya dikutip Rabu (18/2/2026).

Dimensi Sosial Tertinggi

Dalam penilaian tersebut, dimensi Social menjadi pencapaian tertinggi dengan skor 80. Sementara itu, dimensi Environmental memperoleh skor 70 dan Governance & Economic mencatatkan skor 63.

Salah satu implementasi nyata komitmen keberlanjutan perusahaan terlihat melalui inovasi produk WHOME (WIKA Beton Home), hunian modular ramah lingkungan berbasis beton pracetak. Produk ini dirancang tahan gempa kategori KDS D, dengan waktu pemasangan struktur pracetak hanya dua hari dan proses penyelesaian hingga siap huni sekitar 13 hari.

Inovasi ini dinilai sebagai solusi hunian cepat bangun yang efisien, adaptif terhadap risiko kebencanaan, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.

Konservasi Terumbu Karang Lewat CRU

Pada dimensi lingkungan, menurut Kuntjara, WIKA Beton mencatat skor tinggi 87 untuk kriteria Biodiversity melalui program Concrete Reef Unit (CRU). Perusahaan telah menempatkan sedikitnya 5.500 unit CRU di kawasan konservasi Gili Meno, Lombok.

Program tersebut dijalankan berkolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai bagian dari upaya restorasi terumbu karang dan pelestarian ekosistem laut.

“Langkah ini memperkuat posisi perusahaan tidak hanya sebagai produsen beton, tetapi juga sebagai pelaku industri yang aktif berkontribusi pada pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Transformasi Strategis Sejak 2024

Pencapaian ESG ini sejalan dengan transformasi strategis yang dijalankan WIKA Beton sejak 2024. Perusahaan mengusung visi baru sebagai “Perusahaan Global Terpercaya Berkelanjutan Pemberi Solusi di Industri Beton”, yang ditandai dengan pembaruan identitas korporasi dan penguatan arah bisnis berbasis keberlanjutan.

Sebagai bagian dari ekosistem Danantara dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), WIKA Beton berkomitmen memperkuat tata kelola perusahaan, mempercepat implementasi strategi iklim, meningkatkan efisiensi energi, serta mengembangkan portofolio solusi beton rendah karbon. (*/CHI)

Baca Juga: KAI Commuter Izinkan Penumpang Berbuka Puasa di Dalam Kereta Selama Ramadan 2026

Oleh:

Share