Home Berita WIKA Beton Bukukan Kontrak Baru Rp 4 Triliun Sepanjang 2025, Didominasi Proyek Infrastruktur

WIKA Beton Bukukan Kontrak Baru Rp 4 Triliun Sepanjang 2025, Didominasi Proyek Infrastruktur

Share

JAKARTA, LINTAS – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) mencatatkan kinerja positif dengan membukukan omzet kontrak baru senilai Rp 4 triliun sepanjang tahun 2025. Perolehan tersebut ditopang oleh optimalisasi kapabilitas produk beton pracetak khusus serta keterlibatan perseroan dalam berbagai proyek strategis, baik di pasar domestik maupun internasional.

Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko WIKA Beton, Syailendra Ogan, mengatakan capaian tersebut mencerminkan kepercayaan pasar terhadap kemampuan eksekusi dan daya saing perseroan di tengah dinamika industri konstruksi.

“Pencapaian kontrak baru ini menunjukkan kekuatan kapabilitas WIKA Beton dalam menghadirkan solusi beton pracetak yang adaptif terhadap kebutuhan proyek strategis, sekaligus menjadi fondasi bagi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” ujar Syailendra dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (4/2/2026).

Syailendra Ogan, Direktur Keuangan, Human Capital, & Manajemen Risiko WIKA Beton. Dok/PT WIKA Beton

Proyek Strategis

Sejumlah proyek strategis yang menopang perolehan kontrak baru tersebut antara lain proyek Railway Systems dan Trackwork pada Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Fase 2A yang merepresentasikan pasar domestik, serta proyek Metro Manila Subway di Filipina yang mencerminkan penguatan posisi WIKA Beton di pasar global.

Selain itu, WIKA Beton juga aktif mendorong proyek-proyek yang berorientasi pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Inisiatif tersebut mencakup pengembangan produk sumur resapan segmental sebagai solusi ramah lingkungan, penyediaan hunian modular melalui WIKA Beton Home (WHOME) yang mendukung Program 3 Juta Rumah serta pembangunan hunian tetap pascabencana, hingga keterlibatan dalam proyek pembangunan pusat data (data center) di Batam melalui penyediaan beragam produk beton pracetak.

Dari sisi komposisi pelanggan, perolehan kontrak baru WIKA Beton sepanjang 2025 didominasi oleh pelanggan swasta dengan porsi mencapai 54,85%. Selanjutnya berasal dari BUMN sebesar 21,65%, Kerja Sama Operasi (KSO)/Joint Operation (JO) sebesar 18,33%, serta WIKA dan afiliasi sebesar 5,17%.

Proyek Domestik

Sementara berdasarkan wilayah, proyek domestik masih menjadi tulang punggung dengan kontribusi sebesar 95,4%, sedangkan proyek luar negeri memberikan kontribusi sebesar 4,6% terhadap total kontrak baru.

Baca Juga: WIKA Beton Garap Proyek MRT Jakarta Fase 2A Senilai Rp 409 Miliar

Adapun dari sisi sektor, proyek infrastruktur menjadi kontributor terbesar dengan porsi 56,35%, disusul sektor industri sebesar 15,85%, properti sebesar 11,63%, kelistrikan sebesar 11,39%, tambang sebesar 3,73%, dan energi sebesar 1,05%. Komposisi tersebut menunjukkan portofolio proyek WIKA Beton yang terdiversifikasi dan tidak bergantung pada satu sektor tertentu.

Menurut Syailendra, kinerja tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat fondasi bisnis perseroan ke depan. “Melalui diversifikasi portofolio dan ekspansi geografis yang terukur, kami optimistis dapat menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” tuturnya.

Ke depan, sebagai bagian dari ekosistem Danantara dan BUMN, WIKA Beton berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan, selaras dengan penerapan prinsip ESG serta upaya memperkuat kontribusi perusahaan terhadap pembangunan nasional. (CHI)

Oleh:

Share