Home Berita Wapres Gibran Tinjau Lokasi Longsor di Bandung Barat, Pemkab Tetapkan Status Darurat Bencana

Wapres Gibran Tinjau Lokasi Longsor di Bandung Barat, Pemkab Tetapkan Status Darurat Bencana

Share

JAKARTA, LINTAS — Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung lokasi bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (25/1/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi terkini wilayah terdampak sekaligus memastikan penanganan korban berjalan optimal.

Dikutip dari INews, setibanya di lokasi, Wapres Gibran menyusuri area permukiman warga yang terdampak longsor. Ia juga berdialog dengan warga serta petugas gabungan yang tergabung dalam tim SAR guna mendapatkan laporan langsung terkait proses evakuasi dan pencarian korban.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menyampaikan, dalam kunjungan tersebut Wapres Gibran didampingi oleh Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail serta Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan.

Bencana longsor yang terjadi di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, tersebut menimbun sekitar 30 rumah warga dan berdampak pada lebih dari 100 orang.

Hingga Minggu siang, 12 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 82 warga lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.

Akan Direlokasi

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga meninjau langsung lokasi longsor untuk memantau proses evakuasi korban. Namun, demi alasan keselamatan, upaya pencarian sempat dihentikan sementara pada Sabtu (24/1/2026) pukul 16.00 WIB akibat kondisi tanah yang masih labil.

Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan akan memberikan santunan kepada keluarga korban sebesar Rp 25 juta per kepala keluarga.

Selain itu, Pemprov Jabar juga merencanakan relokasi bagi warga terdampak, mengingat kawasan tersebut telah mengalami alih fungsi lahan dan dinilai tidak lagi aman untuk dihuni.

Status Darurat Bencana

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat resmi menetapkan status darurat bencana menyusul besarnya jumlah korban dan dampak yang ditimbulkan. Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengatakan, status tersebut diperlukan untuk mempercepat seluruh proses penanganan di lapangan.

“Saya tetapkan status darurat bencana, karena korban cukup banyak dan membutuhkan penanganan segera, terutama dalam upaya pencarian warga yang masih hilang,” ujar Jeje, dikutip dari Antara, Minggu (25/1).

Dengan penetapan status darurat, seluruh sumber daya pemerintah daerah dimaksimalkan. Personel gabungan, logistik, serta alat berat dikerahkan guna mendukung proses pencarian dan penanganan pascabencana.

Tak hanya fokus pada evakuasi, Pemkab Bandung Barat juga menyiapkan langkah mitigasi ke depan. Jeje menegaskan pentingnya penguatan upaya pencegahan bencana, mengingat wilayah Bandung Barat dan sebagian besar Jawa Barat merupakan kawasan rawan longsor.

“Kami akan memperkuat koordinasi dan mitigasi bencana, khususnya di wilayah perbukitan dan tanah miring yang tingkat risikonya tinggi,” tegasnya. (*/CHI)

Baca Juga: Jasa Marga Siapkan Jalur Fungsional Ambarawa–Bawen untuk Arus Mudik Lebaran 2026

Oleh:

Share