Burung ini juga melambangkan perdamaian dan persatuan. Sayapnya yang tebal melambangkan pemimpin yang selalu melindungi rakyatnya, sedangkan ekor panjangnya dianggap sebagai tanda kemakmuran rakyat.
Gambaran filosofi tersebut mencerminkan keragaman budaya dan etnis yang hidup rukun dan damai. Monumen itu tidak hanya sekadar bangunan tugu belaka, tetapi cerminan cinta damai yang menjadi dasar pembangunan daerah, khususnya sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara, Provinsi Kalimantan Utara.
Pemkab Bulungan dalam menyediakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) bagi masyarakat, sebagai bentuk komitmen terhadap konsep pembangunan berkelanjutan.
Kepopuleran Tugu Cinta Damai menambah semarak kunjungan wisatawan mengabadikan momen kebersamaan keluarga dan warga lokal yang berada dekat dengan monument, karena banyak menyediakan ruang interaksi, baik secara ekonomi maupun kreativitas sosial dan budaya masyarakat.

Selain balutan panorama sungai Kayan nan indah menambah semangat para pencinta fotografi dan wisatawan yang ingin berswafoto dengan latar belakang Tugu Cinta Damai, serta berbagai pergelaran festival budaya dan pertunjukan seni.
Selamat menikmati…(ROY/DPR)
Baca Juga: Ribuan Pengunjung Serbu Open House Balai Yasa Manggarai, Tampilkan Inovasi Kereta Api

























