Transportasi Kereta Api: Perluasan Jaringan dan Teknologi
Selain darat, laut, dan udara, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) juga aktif memperluas jaringan kereta api nasional. Pemerintah memanfaatkan skema pendanaan non-APBN, seperti investasi swasta dan kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), untuk mempercepat pengembangan infrastruktur.
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Arif Anwar mengatakan, pengembangan teknologi kereta api dapat dilihat dari hadirnya MRT Jakarta, Skytrain Bandara Soekarno-Hatta, KA Makassar–Parepare, LRT Jakarta, Commuter Line, LRT Palembang, dan LRT Jabodebek.
“Saat ini ada lima angkutan perintis kereta api yang masih berjalan, yaitu KA Cut Meutia, KA Lembah Anai, LRT Sumatera Selatan, KA Makassar–Parepare, serta KA Bathara Kresna. Sebelumnya, sejumlah kereta perintis sudah berkembang menjadi KA PSO karena okupansinya meningkat hingga 70%, seperti KA Siliwangi, KA Jenggala, KA Minangkabau Ekspres, dan KA Datuk Belambangan,” tutur Arif. (CHI)

























