Transportasi Laut: 107 Trayek Kapal Perintis
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Budi Mantoro menambahkan, dalam RPJMN 2025–2029, Kemenhub mendapat mandat memperkuat transportasi laut melalui Asta Cita 3 (pengembangan jaringan pelabuhan terpadu), Asta Cita 5 (penguatan infrastruktur konektivitas dan logistik), serta Asta Cita 6 (dukungan konektivitas bagi desa, perbatasan, dan kawasan transmigrasi).
Ia menjelaskan, Direktorat Hubla program yang dijalankan meliputi layanan kapal angkutan laut perintis penumpang dan barang, Public Service Obligation (PSO) angkutan laut, rede transport, serta kapal khusus ternak.

Saat ini terdapat 107 trayek kapal perintis dengan kapasitas 38.604 penumpang dan 16.753 ton barang. Selain itu, beroperasi pula 26 kapal PSO, 18 trayek kapal rede, 39 kapal angkutan laut perintis barang, serta 6 trayek kapal ternak dengan 6 armada berkapasitas masing-masing 500 ekor.
“Dalam Rencana Induk Pelabuhan Nasional, terdapat 28 pelabuhan utama, 164 pelabuhan pengumpul, 166 pelabuhan pengumpul regional, serta 278 pelabuhan pengumpan lokal. Selain itu, ada 1.321 rencana lokasi pelabuhan dan 55 terminal bagian dari pelabuhan umum. Saat ini tercatat 102 pelabuhan komersial dan 534 nonkomersial,” ungkap Budi.
Transportasi Udara: Jembatan Ekonomi dari Langit
Pada sektor udara, Kemenhub mengoperasikan penerbangan perintis dan jembatan udara. Hingga Agustus 2025, terdapat 266 rute perintis penumpang, 46 rute perintis kargo, dan 1 rute subsidi kargo.
Direktur Angkutan Udara Agustinus Budi Hartono menyebutkan, berdasarkan data Sisfoangud Perintis, realisasi angkutan udara perintis penumpang periode Januari–Juli 2025 mencapai 23.404 frekuensi penerbangan dengan 183.681 penumpang. Sementara itu, jembatan udara kargo telah melayani 3.056 frekuensi dengan muatan 1.859.378 kg.
“Saat ini angkutan udara perintis melayani 22 korwil dari Sumatera hingga Papua, dengan 10 korwil di Papua karena kebutuhan transportasi udara yang lebih tinggi. Harapannya, harga barang dapat turun sehingga ekonomi daerah lebih bergerak,” jelas Agustinus.

























