JAKARTA, LINTAS – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menutup tahun 2025 dengan mencatatkan angka 413 juta pelanggan, atau meningkat dua kali dalam tiga tahun terakhir, dengan rata-rata 1,4 juta perjalanan harian.
Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, mengungkapkan bahwa subsidi per pelanggan pada 2025 tetap terjaga dan relatif konstan dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan, jika dibandingkan dengan 2022, angka subsidi per pelanggan tercatat turun hingga 14 persen.
Menurut Welfizon, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan penuh pemegang saham mayoritas, yakni Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta keberhasilan perusahaan dalam melakukan transformasi fundamental.
“Kami tidak hanya mengejar ekspansi kuantitas, tetapi juga kualitas. Melalui digitalisasi dan penguatan tata kelola, kami membuktikan bahwa layanan publik berskala besar tetap bisa dikelola secara efisien dan bertanggung jawab,” ujar Welfizon saat jumpa pers paparan kinerja Transjakarta tahun 2025 di Halte Bundaran HI, Kamis (5/2/2026).
Jangkauan Layanan Meluas
Welfizon menjelaskan, dari sisi keselamatan, Transjakarta mencatat perbaikan yang konsisten dan terukur. Accident rate berhasil ditekan hingga 40 persen dalam tiga tahun terakhir, dengan capaian terbaik pada 2025 yang mencapai skor 0,33, terendah sepanjang sejarah operasional perusahaan.
“Upaya peningkatan keselamatan ini berjalan seiring dengan perluasan jangkauan layanan, guna memastikan akses transportasi publik yang aman dan andal bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Welfizon, pada aspek digital, aplikasi TJ: Transjakarta kini telah digunakan oleh 2,1 juta pengguna, dengan berbagai fitur seperti pelacakan armada secara real-time serta sistem tiket digital yang inklusif.
470 Unit Bus Listrik
Sementara itu, sambung Welfizon, dalam mendukung target emisi nol bersih, Transjakarta telah mengoperasikan 470 unit bus listrik tipe high deck dan low deck. Langkah ini menjadikan Transjakarta sebagai pelopor transportasi publik ramah lingkungan di Indonesia.
Di luar pengelolaan subsidi, menurut Welfizon, Transjakarta juga terus memperkuat pendapatan non-subsidi (non-fare box). Sejumlah inovasi dilakukan, mulai dari program Naming Rights, layanan bus wisata Open Top Tour, hingga pengembangan TJ Radio dan TJ Store.
Sepanjang 2025, pendapatan non-subsidi Transjakarta mencapai Rp 281 miliar, atau meningkat empat kali lipat dalam tiga tahun terakhir.
Kinerja unggul tersebut turut mendapat pengakuan luas, ditandai dengan skor Good Corporate Governance (GCG) sebesar 90,64 dengan predikat Sangat Baik, serta raihan 40 penghargaan sepanjang 2025, termasuk apresiasi internasional dari Bloomberg Philanthropies.
“Pencapaian ini merupakan manifestasi dari visi kami, Menghubungkan Kehidupan, Menemani Perjalanan. Transjakarta akan terus berinovasi agar tidak hanya menjadi moda transportasi yang diandalkan, tetapi juga dibanggakan oleh seluruh warga,” tutur Welfizon. (CHI)
Baca Juga: Pelanggan Kereta Api Suite Class Compartment Naik 74,1 Persen pada Januari 2026





