Bagi pengguna bus Transjakarta, Koridor 4 hadir untuk menghubungkan maupun menyambungkan antara Pulogadung di timur dan kawasan selatan Jakarta.
Transjakarta Koridor 4 jadi salah satu jalur transportasi publik yang sangat penting di Jakarta, terutama bagi para pekerja dari Jakarta Timur ke Selatan.
Rute ini sangat membantu dan memberikan koneksi dan akses untuk memudahkan mobilitas warga yang ingin bepergian ke selatan ataupun sebaliknya dengan efisien.
Transjakarta Koridor 4 membentang sepanjang 18,85 km dengan jumlah halte sebanyak 17, menghubungkan dua daerah yang sibuk dan padat.
Baca juga: Rute Terbaru Transjakarta, Koridor 7V Menghubungkan Cibubur-Kampung Rambutan
Dengan rute ini, bus Transjakarta Koridor 4 memberikan alternatif transportasi yang cepat dan andal bagi warga yang bepergian dari timur ke selatan atau sebaliknya.
Untuk melayani kebutuhan transportasi yang tinggi, jalur ini dilengkapi dengan jumlah bus yang memadai. Saat ini, terdapat sekitar 70 hingga 80 bus yang beroperasi di Koridor 4 setiap harinya.

Bus-bus ini juga dilengkapi dengan fasilitas seperti AC, kursi yang ergonomis, serta penandaan elektronik untuk memberikan informasi tentang halte selanjutnya.
Jalur ini juga memiliki halte-halte yang penting dalam rute perjalanannya. Beberapa haltenya yakni Pulo Gadung, Pasar Pulo Gadung, Layur, Pemuda Rawamangun, Velodrome, Sunan Giri, UNJ, Pramuka BPKP, Utan Kayu, Pasar Genjing, Matraman 2, Manggarai, Pasar Rumput, Halimun dan Dukuh Atas 2.
Sejarah
Koridor 4 bersamaan dengan koridor 5, 6, dan 7 memulai uji coba pengoperasian pada Desember 2006. Semuanya diresmikan pada 27 Januari 2007 oleh Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.
Dari 16 Januari 2020 hingga 20 Mei 2023, koridor ini sempat diperpanjang sampai Halte Tosari karena Dukuh Atas 2 dipindahkan layanannya ke bangunan sementara sebagai imbas dari pembangunan Stasiun LRT Jabodebek Dukuh Atas.
Setelah pembangunan stasiun LRT rampung, Koridor 4 telah kembali ke terminal aslinya, Dukuh Atas 2 pada 20 Mei 2023.
Tarif
Tarif bus Transjakarta Koridor 4 mengikuti sistem yang berlaku di seluruh jalur dan tergantung pada jarak perjalanan yang dilakukan.
Saat ini, tarif dasar untuk perjalanan di dalam koridor adalah Rp 3.500. Namun, terdapat juga opsi pembayaran menggunakan Kartu Jak Lingko yang memberikan diskon tarif tertentu.
Selain itu, Koridor 4 menyediakan halte transit yang memungkinkan pengguna bus untuk beralih ke koridor lainnya.

Adapun rute yang dilalui koridor 4 yakni sepanjang Jalan Bekasi Raya, Jalan Pemuda, Jalan Pramuka, Jalan Matraman, Jalan Sultan Agung, Jalan Galunggung, Jalan Setiabudi Barat, dan berakhir di Halte Dukuh Atas 2.
Rute ini terintegrasi dengan KRL Blue Line di Stasiun Sudirman Lama dan Baru via Halte Dukuh Atas 2, serta Stasiun Manggarai yang juga melayani rute Red Line via Halte Manggarai.
Pengguna KRL Commuter Line yang hendak menuju ke kawasan Rawamangun hingga Pulo Gadung, seperti UNJ dan Velodrome, dapat turun di Stasiun Sudirman dan melanjutkan perjalanan dari Halte Dukuh Atas 2, Halte Manggarai, atau di Halte Pasar Genjing.
Dengan jumlah bus yang memadai, halte yang strategis, serta tarif yang terjangkau, jalur ini membantu memudahkan mobilitas warga Jakarta yang ingin bepergian antara daerah timur dan selatan kota.
Dengan adanya halte transit yang tersedia, koridor ini juga memberikan koneksi yang lebih luas ke jalur lain dalam sistem Transjakarta.
Pun meningkatkan konektivitas transportasi publik di Jakarta secara keseluruhan. (MDF)
Baca Juga: Bus Transjakarta Pink, Simbol Perlindungan kepada Perempuan






























