JAKARTA, LINTAS – Penjualan tiket Angkutan Lebaran 2026 oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus menunjukkan tren peningkatan seiring tingginya mobilitas masyarakat menjelang Idulfitri. Hingga Selasa, 17 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, total tiket yang terjual telah mencapai 3.367.910 atau sekitar 74,9 persen dari total 4.498.696 tempat duduk yang disediakan.
Dengan capaian tersebut, masih tersedia sekitar 1.130.786 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk perjalanan mudik maupun arus balik pada periode 11 Maret hingga 1 April 2026.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengungkapkan bahwa tren peningkatan perjalanan sudah terlihat sejak awal masa Angkutan Lebaran dan terus mengalami kenaikan signifikan pada pertengahan Maret.
“Permintaan perjalanan dengan kereta api mulai meningkat sejak pertengahan Maret. Data penjualan menunjukkan masyarakat sudah mulai melakukan perjalanan mudik lebih awal, terutama pada layanan kereta api jarak jauh,” ujarnya dari keterangan yang diterima Lintas.


Masih Ada Kursi Tersedia
Secara rinci, penjualan tiket Kereta Api Jarak Jauh tercatat sebanyak 3.059.765 tiket atau 85,7 persen dari total 3.571.760 kursi yang disediakan. Artinya, masih terdapat sekitar 511.995 kursi yang bisa dipesan masyarakat.
Sementara itu, untuk Kereta Api Lokal, penjualan tiket mencapai 308.145 atau 33,2 persen dari total kapasitas 926.936 tempat duduk. Masih tersedia sekitar 618.791 kursi. KAI mencatat, penjualan tiket kereta lokal umumnya meningkat mendekati hari keberangkatan karena sebagian besar baru dapat dipesan mulai H-7.
Selama enam hari pertama masa Angkutan Lebaran, yakni 11 hingga 16 Maret 2026, layanan Kereta Api Jarak Jauh telah melayani sebanyak 760.229 pelanggan di berbagai rute di Pulau Jawa dan Sumatra.
Adapun tingkat okupansi harian menunjukkan tren kenaikan signifikan, bahkan melampaui 100 persen pada beberapa hari. Pada 13 Maret tercatat 101,4 persen, 14 Maret mencapai 113,7 persen, 15 Maret sebesar 110,6 persen, dan 16 Maret di angka 106,3 persen.
Pada 17 Maret 2026, jumlah pelanggan diperkirakan terus meningkat. Hingga pagi hari, terdapat sekitar 173.046 pelanggan yang dijadwalkan bepergian dengan tingkat okupansi sementara mencapai 105,9 persen dan masih berpotensi bertambah.
Anne menjelaskan bahwa okupansi yang melebihi 100 persen terjadi karena adanya pola perjalanan dinamis dalam operasional kereta api.
“Dalam satu perjalanan kereta api jarak jauh, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada relasi berbeda. Hal ini memungkinkan jumlah pelanggan lebih besar dibandingkan jumlah kursi yang tersedia,” jelasnya.
Kereta Api Permintaan Tertinggi
Sejumlah kereta api dengan permintaan tinggi selama periode Lebaran antara lain KA Airlangga, KA Joglosemarkerto, KA Sri Tanjung, KA Bengawan, KA Kahuripan, dan KA Rajabasa.
Meski demikian, masyarakat masih memiliki peluang mendapatkan tiket, terutama pada beberapa layanan seperti KA Parahyangan relasi Gambir–Bandung dan KA Purwojaya relasi Gambir–Cilacap di tanggal tertentu.
Baca Juga: Mudik Gratis Kemenhub 2026: 7.142 Pemudik Diberangkatkan
KAI pun mengimbau masyarakat untuk lebih fleksibel dalam merencanakan perjalanan, baik dengan menyesuaikan jadwal keberangkatan, memilih rute alternatif, maupun memanfaatkan perjalanan lanjutan (connecting train).
“Dengan kapasitas yang masih tersedia, kami mengajak masyarakat merencanakan perjalanan Lebaran sejak dini agar mudik lebih nyaman, terencana, dan menyenangkan bersama kereta api,” kata Anne. (CHI)































