Home Berita Tak Hanya Atasi Kekeringan, Bendungan Budong-Budong Diproyeksi Jadi Motor Ekonomi Baru Sulbar

Tak Hanya Atasi Kekeringan, Bendungan Budong-Budong Diproyeksi Jadi Motor Ekonomi Baru Sulbar

Share

JAKARTA, LINTAS – PT Brantas Abipraya (Persero) saat ini tengah membangun Bendungan Budong-Budong di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) guna menghadapi ancaman kekeringan yang kian sering melanda Sulawesi. Proyek ini ditujukan untuk memperkuat ketahanan air dan pangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.

“Bendungan Budong-Budong tidak hanya sekadar penampung air. Ini akan menjadi penyelamat ketahanan pangan dan menjaga keberlanjutan hidup masyarakat sekitar,” ujar Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Jumat (4/7/2025).

Pembangunan bendungan yang dimulai sejak 2020 ini masuk dalam daftar PSN melalui Perpres Nomor 109 Tahun 2020. Proyek ini menjadi solusi penting di wilayah yang selama ini sangat bergantung pada curah hujan musiman.

Bendungan Budong-Budong dirancang dengan kapasitas tampung 65,18 juta meter kubik dan mampu mengairi lahan pertanian seluas 3.577 hektare. Selain itu, bendungan ini menyediakan pasokan air baku hingga 410 liter per detik yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, fasilitas umum, hingga sektor industri di Mamuju Tengah.

“Dengan suplai air yang stabil, masyarakat tak lagi harus bergantung sepenuhnya pada musim hujan,” jelas Dian.

Pengendalian Banjir

Namun manfaat bendungan ini tak berhenti di situ. Bendungan Budong-Budong juga berperan penting dalam pengendalian banjir. Proyek ini dirancang mampu mereduksi debit banjir hingga 60 persen, melindungi wilayah-wilayah rawan seperti Topoyo, Karossa, dan Budong-Budong sendiri dari risiko bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi tiap tahun.

Lebih jauh, bendungan ini turut mendukung agenda energi hijau. Brantas Abipraya membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMh) berkapasitas 0,6 megawatt (MW) sebagai bagian dari infrastruktur bendungan. Ini diharapkan menambah suplai energi bersih bagi Sulawesi Barat.

Selain manfaat teknis, bendungan ini juga membuka peluang pengembangan ekonomi lokal. Pemerintah daerah bersama masyarakat tengah merancang kawasan sekitar bendungan sebagai destinasi wisata air dan ekowisata berbasis komunitas. Langkah ini diyakini bisa menggerakkan UMKM, ekonomi kreatif, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Setiap infrastruktur yang kami bangun harus memberi manfaat jangka panjang, baik teknis, sosial, maupun ekonomi. Bendungan Budong-Budong menjadi simbol kolaborasi dan masa depan berkelanjutan bagi Sulawesi Barat,” pungkas Dian. (GIT)

Baca Juga: KAI Commuter Ubah Jadwal KRL Tangerang dan Cikarang, Waktu Tempuh Lebih Cepat

Share