Home Berita Swasembada Pangan hingga Sekolah Rakyat, Ini Langkah Kementerian PU Dukung Astacita

Swasembada Pangan hingga Sekolah Rakyat, Ini Langkah Kementerian PU Dukung Astacita

Share

JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai menyiapkan langkah konkret untuk mendukung delapan program prioritas atau Astacita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dukungan ini akan difokuskan melalui pembangunan infrastruktur, yang diselaraskan dengan rencana penyampaian RAPBN 2026 pada 15 Agustus mendatang.

Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti menegaskan bahwa kementeriannya siap mendorong pelaksanaan seluruh program Astacita.

“Terkait Astacita, program-programnya Pak Presiden Prabowo itu yang harus kami dorong semuanya seperti swasembada pangan, Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis (MBG), lalu konektivitas,” ujar Diana usai konferensi pers Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) di Jakarta, Kamis (7/8/2025).

Menurut Diana, sektor-sektor infrastruktur yang menjadi prioritas antara lain adalah irigasi, pembangunan fasilitas pendidikan untuk program Sekolah Rakyat, serta konektivitas melalui perbaikan jalan daerah dan preservasi infrastruktur lainnya.

“Soal irigasi, terus juga untuk Sekolah Rakyat itu yang kami dorong lagi. Lalu, untuk konektivitas terkait jalan daerah dan sebagainya itu, kami dorong juga preservasi,” jelasnya.

Usulan Tambahan Anggaran

Untuk merealisasikan target-target tersebut, Kementerian PU sebelumnya telah mengajukan tambahan anggaran kepada DPR. Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa usulan tambahan anggaran untuk tahun 2026 mencapai Rp68,88 triliun.

Dengan tambahan tersebut, total pagu kebutuhan anggaran Kementerian PU mencapai Rp139,74 triliun, dari pagu efektif yang telah disepakati sebesar Rp70,86 triliun.

“Sebagian untuk program teknis Rp65,28 triliun dan sebagian untuk dukungan manajemen sekitar Rp3,6 triliun,” terang Dody dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 9 Juli 2025.

Dody merinci bahwa anggaran program teknis akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur pendukung swasembada pangan melalui sektor Sumber Daya Air (SDA) sebesar Rp4,92 triliun, serta penyelesaian kontrak tahun jamak (Multi Years Contract/MYC) sebesar Rp12,01 triliun.

Selain itu, anggaran juga akan digunakan untuk pembangunan Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua sebesar Rp1,77 triliun, pembangunan Sekolah Rakyat senilai Rp10 triliun, serta operasi dan preservasi infrastruktur SDA dan jalan sebesar Rp6,03 triliun. Sektor padat karya turut diperhatikan dengan alokasi sebesar Rp3,98 triliun, dan Rp0,55 triliun disiapkan untuk penanganan bencana darurat.

Kementerian PU juga menganggarkan Rp2,49 triliun untuk pengadaan lahan termasuk proyek berbasis Pinjaman Luar Negeri (PLN) dan bendungan non-proyek strategis nasional (non-PSN). Sementara itu, dukungan teknis balai akan menyerap Rp3,51 triliun, dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi di Politeknik PU dialokasikan Rp0,01 triliun.

Baca Juga: Angkutan Udara Haji 2025 Dinilai Lancar, Tapi Ada Catatan Serius

Dody menambahkan, terdapat pula anggaran untuk kegiatan baru sebesar Rp17,62 triliun serta proyek PDN dan PLN senilai Rp2,26 triliun. Seluruh anggaran ini diharapkan mampu mendukung secara optimal pelaksanaan Astacita yang menjadi fondasi arah pembangunan lima tahun ke depan. (GIT)

Share