JAKARTA, LINTAS – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) siap meluncurkan pembangunan permanen Sekolah Rakyat Terintegrasi Tahap II di 104 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia.
Program ini menjadi bagian dari komitmen nasional dalam pengentasan kemiskinan melalui pendidikan, dengan memperluas akses layanan pendidikan yang berkualitas, inklusif, adil, dan berpihak pada masyarakat rentan.
Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan, bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan investasi jangka panjang bangsa untuk mencetak generasi unggul dan berdaya saing.
“Pembangunan Sekolah Rakyat adalah bentuk nyata komitmen pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat, aman, dan berkualitas,” ujar Dody dalam keterangannya.

Menampung 112.320 Siswa
Pada Tahap II ini, Sekolah Rakyat dirancang untuk menampung 112.320 siswa melalui penyediaan 3.744 rombongan belajar (rombel). Rinciannya meliputi 1.872 rombel Sekolah Dasar (SD), 936 rombel Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 936 rombel Sekolah Menengah Atas (SMA).
Setiap lokasi Sekolah Rakyat memiliki kapasitas 1.080 siswa, terdiri atas 18 rombel SD (540 siswa), 9 rombel SMP (270 siswa), dan 9 rombel SMA (270 siswa), sehingga total terdapat 36 rombel di setiap lokasi.
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II dilakukan secara merata di berbagai wilayah Indonesia dengan sebaran lokasi meliputi Pulau Sumatera sebanyak 26 lokasi, Pulau Jawa 40 lokasi, Kalimantan 12 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara masing-masing 1 lokasi, Sulawesi 16 lokasi, Kepulauan Maluku 4 lokasi, serta Papua 3 lokasi.
Seluruh sekolah dibangun secara permanen di atas lahan seluas 5 hingga 10 hektare yang disediakan oleh pemerintah daerah. Sekolah Rakyat mengusung konsep boarding school dengan penyediaan asrama bagi siswa SD, SMP, dan SMA.
Fasilitas pendidikan yang disiapkan mencakup ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, perpustakaan dan pusat pembelajaran digital, kantin dan dapur sehat, klinik kesehatan siswa, sarana olahraga, ruang kegiatan ekstrakurikuler, serta asrama guru dan pendamping.
Kelanjutan dari SR Tahap I
Selain itu, area hijau dan lansekap dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan nyaman. Pembangunan Tahap II ini merupakan kelanjutan dari Sekolah Rakyat Tahap I yang telah beroperasi pada Tahun Ajaran 2025/2026 dengan total 166 sekolah.
Pemerintah menargetkan Sekolah Rakyat Tahap II dapat selesai secara bertahap untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan pada Tahun Ajaran 2026/2027.

Hingga 31 Desember 2025, progres pekerjaan fisik Sekolah Rakyat Tahap II telah mencapai 3,98 persen, meliputi pekerjaan awal konstruksi dan penyiapan infrastruktur dasar.
Untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai standar keamanan, tata ruang, dan keberlanjutan lingkungan, Kementerian PU menerapkan pemenuhan readiness criteria, antara lain sertifikat lahan, surat keterangan bebas sengketa, dokumen Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), dokumen lingkungan AMDAL atau UKL-UPL, Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). (CHI)
Baca Juga: Tol Sigli–Banda Aceh Dibuka Fungsional hingga 22 Januari 2026





