JAKARTA, LINTAS – Pembangunan Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci)—yang sudah mulai dibangun pada Maret 2022 dengan investasi sebesar Rp 56 triliun—akan dilanjutkan ke tahap II.
Kabar itu disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Rabu (14/2/2024), saat menggunakan hak pilihanya pada TPS dekat rumahnya pada Pilpres 2024.
Menurut Basuki, dikutip dari sejumlah pemberitaan media, Rabu, tahap I pembangunan Jalan Tol Getaci, yakni ruas Gedebage-Garut Utara-Tasikmalaya ditargetkan selesai pada 2024.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2022, Jalan Tol Getaci merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN).
Tahap II Jalan Tol Getaci, yakni dari Tasikmalaya ke Cilacap, menurut rencana akan dimulai pada 2027 dan ditargetkan operasional pada 2029.
Terpanjang
Sepanjang Jalan Tol Getaci nantinya terdapat 10 simpang susun (SS), yakni SS Majalaya, SS Nagrek, SS Garut Utara, SS Garus Selatan, SS Singaparna. Kemudian SS Tasikmalaya, SS, Ciamis, SS Banjar, SS Patimuan, dan SS Cilacap.
Adapun Jalan Tol Getaci dengan Panjang 206,65 kilometer menghubungkan dua provinsi, yakni Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Jawa Tengah. Memiliki panjang seperti ini menjadikan jalan tol ini sebagai jalan tol terpanjang di Indonesia.
Khusus di Jawa Barat, Jalan Tol Getaci membentang sepanjang 171,40 km, sedangkan di Jawa Tengah panjangnya 35,25 km
Penelusuran Lintas, masa konsesi atau pengusahaan Jalan Tol Getaci—yang dikerjakan PT Jasa Marga–selama 40 tahun.
Basuki menjelaskan, pembebasan lahan untuk pembangunan Jalan Tol Getaci, terutama untuk Tahap II, akan terus dilakukan. (HRZ)

























