Beberapa waktu terakhir, ada beberapa tulisan yang menginformasikan bahwa pemerintah telah merampungkan sejumlah penggantian Jembatan Callender Hamilton (CH). Bagi kalangan insinyur, istilah jembatan Callender Hamilton bukan hal yang asing.
Jembatan Callender Hamilton (CH) adalah jembatan truss yang dapat dipasang dan dibongkar dengan cepat. Jembatan ini dirancang oleh Insinyur Teknik Sipil asal Selandia Baru, Archibald Milne Hamilton, pada 1927.
Secara desain, Jembatan CH terdiri dari rangkaian panel-panel rangka batang, di mana tiap panel mempunyai panjang 4,58 meter. Ini memungkinkan jembatan untuk dipasang dan dibongkar dengan cepat.
Selain itu, pembangunan jembatan CH ini juga dinilai lebih cepat dibandingkan dengan jembatan jenis lain dan dapat dikerjakan oleh teknisi yang tidak terampil karena komponennya dibuat dari pabrik.
Kemudian biaya pembangunan Jembatan CH dianggap paling ekonomis, perancangannya dengan banyak tiang penopang dan menumpuk yang dianggap sebagai jembatan bernilai paling ekonomis pada masa itu.
Dari berbagai sumber, teknik pembangunan jembatan CH terbukti sangat efektif dan digunakan dalam pengembangan jembatan militer sebelum dan selama Perang Dunia II.
Adapun penggunaan Jembatan CH di Indonesia, dimulai pada pertengahan tahun 1970-an yang direncanakan mampu memikul 100 persen Beban Standar Bina Marga saat itu.
Namun, seiring berjalannya waktu, para ahli konstruksi menemukan indikasi fenomena kelelahan bahan (fatigue) dari baja jembatan. Oleh karena itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan perkuatan di beberapa bagian jembatan.
Di Pulau Jawa terdapat 37 Jembatan Callender Hamilton yang lokasinya tersebar di beberapa provinsi. Di Banten ada 3 jembatan, di Jawa Barat ada 16 jembatan, di Jawa Tengah ada 9 jembatan, dan di Jawa Timur ada 9 jembatan. Jembatan-jembatan CH tersebut usianya sudah lebih dari 40 tahun sehingga perlu diganti karena sudah melewati usia layanan sehingga rentan runtuh apabila ada beban logistik yang terlalu berat. Presiden Jokowi, pada awal tahun 2024 beberapa sudah meresmikan penggatian jembatan CH.
Sejarah
Nama “Callender Hamilton” pada Jembatan Callender Hamilton berasal dari nama insinyur yang merancangnya, yaitu Archibald Milne Hamilton.
Archibald adalah Insinyur Teknik Sipil asal Selandia Baru yang mulai mengembangkan desain jembatan ini pada tahun 1927 di Irak. Kemudian, pada 1932, Archibald melahirkan desain Jembatan Callender Hamilton dan mematenkannya pada tahun 1935.
Oleh karena itu, jembatan ini dinamakan sesuai dengan nama belakang sang insinyur, yaitu “Hamilton”, dan “Callender” kemungkinan berasal dari nama keluarga ibunya, yaitu “Callender”. Namun, informasi pasti tentang asal-usul nama “Callender” dalam “Callender Hamilton” memerlukan penelitian lebih lanjut.

Menurut catatan William Baker di https://prezi.com/, Hamilton lahir pada 1898 dan meninggal pada 1972. Hamilton lahir di Waimate, Selandia Baru, putra dari WM dan JS Hamilton, pada 18 November 1898. Ia menempuh pendidikan di Waitaki Boys’ High School. Pada 1924 ia lulus dari Canterbury College dengan gelar Sarjana Teknik (Sipil).
Penelusuran Lintas, dari Teara.govt.nz, Archibald Milne Hamilton terkenal karena membangun Jalan Hamilton melalui Kurdistan dan merancang sistem jembatan Callender-Hamilton, dan gudang pesawat Callendar-Hamilton pada akhir tahun 1930-an.
Hamilton menikah dengan Bettina Matraves Collier, seorang dokter, pada tahun 1934, dan mereka memiliki enam anak. Anak tertua kedua adalah ahli biologi evolusi WD Hamilton, dan salah satu putri mereka, Mary R Bliss, yang mengikuti jejak ibunya menjadi seorang dokter, menjadi terkenal karena merancang kasur untuk mencegah luka baring pada pasien geriatri.
Archibald Hamilton menempuh pendidikan di Waitaki Boys’ High School. Ia belajar teknik di Canterbury University College dan memiliki kualifikasi di berbagai cabang — B.E.(N.Z.), M.I.C.E., M.I.Mech.E., M.Cons.E., dan M.Soc.Civ.Engrs., (Perancis). Awalnya dia bekerja di Lyttelton Harbour Board dan merancang model gelombang untuk merencanakan perbaikan pelabuhan. Dia selanjutnya bekerja di Angkatan Laut di London merancang Pangkalan Angkatan Laut Singapura.
Perang Dunia II
Karyanya di Kurdistan menginspirasinya untuk menulis buku Road Through Kurdistan. Secara kebetulan dia merancang jembatan jenis baru, yang memungkinkan segala bentang atau kekuatan jembatan dipasang dengan cepat dari bagian standar.
Kantor Perang mengadopsi jenis jembatan ini untuk operasi pada Perang Dunia II dan sejak itu telah digunakan di seluruh dunia untuk pembangunan dan rekonstruksi jalan dan jembatan. Ia telah bertindak sebagai konsultan bagi pemerintah di beberapa negara, perusahaan konstruksi jembatan, dan insinyur struktur.
Selama pembangunan jalan tersebut, Hamilton menyadari perlunya jembatan yang kuat dan mudah beradaptasi dengan komponen yang dapat dengan mudah diangkut dan didirikan di medan terpencil dan/atau sulit.
Dengan British Insulated Callenders Cables, sekarang Balfour Beatty Power Networks Ltd, Hamilton merancang sistem jembatan Callender-Hamilton, yang pendapatannya membantu menghidupi keluarganya.
Jembatan Baley
Bagian-bagian jembatan dibaut menjadi satu seperti rangkaian Mekaho, dan jembatan ini populer di kalangan Angkatan Darat Inggris jauh dari medan pertempuran.
Kegagalan jembatan Inglis pada Perang Dunia I menyebabkan pembangunan Jembatan Bailey. Hamilton berhasil mengklaim kepada Royal Commission on Awards to Inventors bahwa jembatan Bailey telah melanggar patennya. Karena jembatan Bailey menggunakan sistem penyambung pin yang serupa dengan yang digunakan pada Jembatan Martel yang dirancang oleh Letnan Jenderal Sir Giffard Le Quesne Martel, Hamilton mengatakan kepada komisi bahwa jembatan Bailey harus disebut ‘Martel Mk2’.
Pada tahun 1936, Kantor Perang Inggris membayar Hamilton 4.000 pound sterling untuk penggunaan Unit Konstruksi Jembatan miliknya secara nonsipil secara gratis.
Pada 1954, Komisi memberinya 10.000 pound sterling sehubungan dengan jembatan yang digunakan di Komando Asia Tenggara selama Perang Dunia II di India.
Pada 1955 Hamilton mengatakan kepada Komisi bahwa Martel berhak mendapatkan lebih dari 12.000 pound sterling yang diterima Bailey. Martel dianugerahi 500 pound sterling. (HRZ)










