Perjalanan sederhana menggunakan kereta api berubah menjadi momentum mempererat persaudaraan bagi keluarga besar Ikatan Pensiunan Pekerjaan Umum (IPPU) Tangerang Raya. Rabu (16/9/2026), sekitar 20 anggota IPPU Tangerang Raya dari berbagai latar belakang dan usia bertemu dalam satu perjalanan menuju Rangkasbitung, Banten.
Titik keberangkatan utama rombongan berada di Stasiun Pondok Ranji. Tepat pukul 10.00 WIB, perjalanan dimulai. Sebagian anggota lainnya tidak berangkat dari stasiun yang sama, melainkan naik dari stasiun berbeda dengan menggunakan kereta yang sama.
Pertemuan di dalam kereta pun berlangsung hangat. Anggota yang sebelumnya telah saling mengenal menyapa satu sama lain, sementara anggota baru mulai berbaur dan memperkenalkan diri. Perjalanan menuju Rangkasbitung menjadi ruang sederhana untuk kembali bertemu setelah sekian lama menjalani kehidupan sebagai pensiunan.
Bagi mereka, perjalanan ini bukan sekadar agenda rekreasi. Di balik tujuan menikmati kuliner khas dan berburu oleh-oleh, terdapat semangat untuk merawat silaturahmi di antara para pensiunan Kementerian Pekerjaan Umum yang kini berasal dari berbagai institusi dan bidang tugas.
Setibanya di Rangkasbitung, rombongan melanjutkan agenda makan siang di Rumah Makan Sate Kambing Ramayana. Sajian sate kambing menjadi pilihan utama untuk mengisi tenaga sekaligus membuka suasana kebersamaan.
Namun, agenda makan siang kali ini memiliki makna lebih dari sekadar wisata kuliner. Setelah menikmati hidangan, anggota IPPU Tangerang Raya mendapat kesempatan memperkenalkan diri. Anggota lama bertemu dengan anggota baru yang sebagian baru memasuki masa pensiun.
Satu per satu mereka menyampaikan nama, latar belakang institusi, serta pengalaman selama mengabdi di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. Perbedaan usia dan pengalaman justru menjadi warna tersendiri dalam pertemuan tersebut.
Pak Hidayat yang mewakili Ketua IPPU Tangerang Raya mengatakan, perkenalan menjadi bagian penting dalam perjalanan kali ini karena tidak seluruh anggota saling mengenal sebelumnya.
“Kita bersama-sama berkumpul di Rangkasbitung, tetapi mungkin masih banyak yang belum saling mengenal satu sama lain. Kiranya bapak dan ibu yang hadir di sini berkenan memperkenalkan diri masing-masing, sehingga kita bisa sama-sama mengenal dan menjaga silaturahmi di keluarga besar IPPU Tangerang Raya,” ujar Hidayat.
Menurutnya, perbedaan latar belakang dan institusi selama masa pengabdian bukan menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan setelah memasuki masa pensiun.


Menjaga Silaturahmi
“Semoga ke depan kita bisa terus bersama menjaga tali silaturahmi ini. Walaupun kita berasal dari latar belakang yang berbeda, kita tetap merupakan bagian dari keluarga besar yang memiliki perjalanan dan pengabdian yang sama,” katanya.
Suasana semakin cair ketika sesi perkenalan berlangsung bersamaan dengan santap siang. Canda, tawa dan cerita masa lalu mewarnai ruangan. Sejumlah anggota bahkan kembali mengenang pengalaman ketika masih aktif bekerja dan berada dalam satu tim dalam berbagai pekerjaan.
Salah seorang anggota IPPU Tangerang Raya mengaku bersyukur dapat kembali berkumpul bersama rekan-rekan yang pernah menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.
“Kami bersyukur bisa bersama-sama dengan para pensiunan IPPU. Dulu kita bersama-sama menjadi tim dalam satu pekerjaan. Sekarang kita bisa berkumpul kembali dan mengenang masa-masa itu. Rasanya seperti kembali bertemu dengan keluarga lama,” tuturnya.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap kuliner yang menjadi bagian dari perjalanan kali ini.
“Sate kambing Ramayana ini sangat recommended. Dagingnya empuk. Apalagi saya sudah berumur, jadi yang penting empuk dan enak. Pokoknya maknyus,” ujarnya disambut tawa anggota lainnya.
Hampir dua jam rombongan menghabiskan waktu di rumah makan. Selain menikmati santapan, kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk bertukar cerita, mengenang masa pengabdian, sekaligus membangun komunikasi dengan anggota yang baru bergabung.


Mencari Oleh-Oleh dan Durian Baduy
Usai makan siang, perjalanan dilanjutkan dengan berburu oleh-oleh khas Banten. Salah satu tujuan yang tidak dilewatkan adalah mencari durian Baduy yang menjadi daya tarik tersendiri bagi rombongan.
Meskipun jumlah pedagang durian pada hari itu tidak sebanyak sebelumnya, kebutuhan rombongan sekitar 20 orang tetap dapat terpenuhi. Sebagian anggota memilih menikmati durian langsung di lokasi, sementara lainnya membeli untuk dibawa pulang dan dinikmati bersama keluarga.
Aktivitas berburu oleh-oleh tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian perjalanan IPPU Tangerang Raya di Rangkasbitung. Tidak ada agenda yang terlalu formal. Justru kesederhanaan perjalanan membuat suasana kebersamaan terasa lebih dekat.
Jarum jam menunjukkan sekitar pukul 14.30 WIB ketika rombongan bersiap meninggalkan Rangkasbitung. Satu per satu anggota membawa barang bawaan dan oleh-oleh yang telah dibeli.
Kereta menjadi kembali menjadi ruang kebersamaan dalam perjalanan pulang. Namun, yang dibawa pulang bukan hanya sate, durian, maupun oleh-oleh khas Banten. Ada cerita, tawa, perkenalan dengan anggota baru, serta kenangan masa pengabdian yang kembali hidup dalam perjalanan singkat tersebut.
Perjalanan IPPU Tangerang Raya ke Rangkasbitung akhirnya menjadi pengingat bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari sebuah kebersamaan. Setelah puluhan tahun menjalankan tugas dan pengabdian di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum, silaturahmi menjadi jembatan untuk tetap menjaga hubungan antarrekan.
Rangkasbitung mungkin hanya menjadi tujuan perjalanan sehari. Tetapi bagi sekitar 20 anggota IPPU Tangerang Raya yang ikut serta, perjalanan tersebut meninggalkan kesan yang lebih panjang: bertemu kembali, saling mengenal, berbagi cerita dan menjaga persaudaraan yang telah dibangun sejak masa pengabdian. (PAH/ROY)












