MATARAM, LINTAS — Suasana duka menyelimuti ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) 2025 di Nusa Tenggara Barat dengan wafatnya salah satu atlet gateball asal Yogyakarta, R. Haryo Wijoseno (64).
Untuk mengenang almarhum, Pengurus Besar Persatuan Gateball Indonesia (PB PERGATSI) mengenakan pita hitam selama pertandingan gateball dalam ajang FORNAS VIII yang berlangsung di Lombok.
“Hari ini kami mendapatkan kabar duka dari salah satu atlet gateball asal Yogyakarta yang wafat sebelum pelaksanaan pertandingan. Atas nama keluarga besar Gateball Indonesia, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya,” kata Ketua Umum PB PERGATSI, Diana Kusumastuti, di Mataram, Jumat (25/7/2025).
Menurutnya, seluruh atlet, oficial, dan pengurus PERGATSI akan mengenakan pita hitam sebagai simbol solidaritas dan penghormatan terakhir bagi almarhum.
“Pita hitam ini kami kenakan sebagai tanda bahwa kami sedang berduka. Ini adalah musibah yang tidak disengaja, mungkin sudah menjadi takdir dari Allah SWT. Kami merasa sangat kehilangan. Kami doakan semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT,” tuturnya.
Baca Juga: PERGATSI Berduka, Atlet Gateball Asal Yogyakarta Meninggal Dunia Saat Snorkeling di Gili Trawangan
Meskipun suasana duka terasa, pertandingan tetap berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Diana juga mengimbau seluruh peserta dari berbagai daerah untuk menjaga keselamatan dan kesehatan selama mengikuti rangkaian acara.
“Saya mengimbau kepada seluruh atlet, tidak hanya dari cabang gateball, untuk selalu menjaga kesehatan dan keselamatan. Kita berada jauh dari daerah asal, maka penting bagi kita semua untuk tetap menjaga kondisi tubuh, menjunjung sportivitas, dan bertanding dengan semangat yang baik,” pesannya. (CHI)































