Home Berita Pergatsi Berjaya di Thailand Open 2026

Pergatsi Berjaya di Thailand Open 2026

Share

JAKARTA, LINTAS — Empat tim gateball asal Indonesia tampil dominan dan menorehkan prestasi membanggakan pada ajang 6th Thailand Open Masters Games (TOMG) 2026. Kontingen Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) berhasil meraih gelar juara pada nomor beregu klasik, di Bangkok, Thailand,  7–11 Januari 2026.

Keberhasilan itu diraih tim Indonesia yang tampil dengan nama Indonesia Gateball Association (IGA) dan membawa bendera Pergatsi sebagai induk organisasi gateball nasional. Pada partai final nomor beregu klasik, tim IGA berhadapan dengan sesama tim Indonesia, Reni Gateball, komunitas gateball dengan logo Red Green Blue (RGB) berpusat di Jakarta dengan anggota komunitas dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.. Sebelumnya, pada babak semifinal, tim Indonesia juga saling berhadapan setelah seluruh semifinalis diisi oleh wakil Indonesia, termasuk tim SWR Bandung.

“Empat tim Indonesia masuk semifinal. Atmosfernya seperti bertanding di dalam negeri, hanya lokasinya di Thailand,” ujar anggota tim IGA, Ibnu Kurniawan, saat diwawancarai Sabtu (10/1/2026), melalui panggilan Whatsapp.

Beregu Klasik

Dominasi tersebut menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama gateball di kawasan Asia. Tahun lalu, pada turnamen yang sama, Indonesia berhasil membawa pulang gelar juara umum dengan 2 emas dan 1 perak.

Pada Thailand Open 2026, IGA mengikuti dua nomor pertandingan, yakni beregu klasik dan tripel klasik. Untuk nomor beregu klasik, IGA keluar sebagai juara.

Tim beregu Indonesia diperkuat oleh Firman Hidayat Pido (kapten), Amirudin (Bina Marga Pusat), Amirudin Hasibuan alias Ucok asal Dinas PU Jambi, Yoggi Aritianto (BBPJN Jawa Timur-Bali), Indra Wijaya (Balai SDA Citanduy), Musdiyanto Mukti (BWS Brantas), Boby Ali Azhari (Bikon Pusat), serta Ibnu Kurniawan (Bina Marga Pusat). Ibnu menegaskan bahwa tim tersebut merupakan kolaborasi lintas instansi dan daerah, tidak hanya berasal dari satu lembaga.

Sementara itu, pada nomor tripel klasik, IGA menurunkan dua tim, yakni IGA A dan IGA B. Tim IGA A diperkuat oleh Iman, Yoggi Aritianto, Indra Wijaya, dan Ibnu Kurniawan. Adapun tim IGA B terdiri atas Amirudin Hasibuan, Musdiyanto Mukti, Amirudin, dan Boby Ali Azhari. Pada laga awal, salah satu lawan tim IGA B dari China tidak hadir. Tim Indonesia memperoleh kemenangan walk out (WO).

Diikuti Banyak Negara

Ajang 6th Thailand Open Masters Games 2026 diselenggarakan pada 7–11 Januari 2026 di Stadion Nasional Suphachalasai (Stadion Jindarak), Wang Mai, Distrik Pathum Wan, Bangkok 

Dikutip dari keterangan di website ofisial pelaksana, turnamen ini diikuti peserta dari banyak negara. Negara yang diundang China, India, Indonesia, Makau Tiongkok, Taiwan, Hong Kong, Singapura, Filipina, Pakistan, Belgia, Swiss, Perancis, Australia, Selandia Baru, Italia, Amerika Serikat, Brasil. Termasuk seluruh Organisasi anggota dan Organisasi Promosi Gateball.

Untuk kategori klasik, panitia menyediakan trofi, sertifikat, dan hadiah uang 15.000 baht (setara Rp 8.050.980. Kurs Rp 536,73 per 1 bath Thailand) bagi peraih medali juara. Sementara itu, kategori tripel menyediakan hadiah 10.000 baht bagi juara (Rp 5.367.300). Turnamen ini diselenggarakan oleh Otoritas Olahraga Thailand, Thai Masters Association, dan Thai Gateball Union.

Ibnu Kurniawan menilai, keberhasilan Indonesia tidak lepas dari konsistensi pembinaan dan tingginya aktivitas komunitas gateball nasional. “Gateball Indonesia sangat aktif dan serius. Itu terlihat dari hasil di Thailand Open kali ini,” ujarnya.

Keberhasilan di Thailand ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan prestasi gateball Indonesia di tingkat internasional. Sekaligus memperkuat posisi Pergatsi dalam percaturan olahraga gateball dunia. Apalagi tekad Pergatsi dan South East Asia Gateball Union (SEAGU) telah bulat memperjuangkan gateball bisa dipertandingkan di SEA Games 2027 di Malaysia. (PAH/HRZ)

Baca Juga: Diana Kusumastuti Apresiasi Semangat Atlet di Final Gateball Gubernur Jambi Cup 2026

Share