JAKARTA, LINTAS –Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (PB Pergatsi) Diana Kusumastuti, mengatakan pentingnya tahun 2026 sebagai momentum konsolidasi organisasi sekaligus percepatan prestasi gateball nasional menuju keikutsertaan Indonesia pada ajang internasional, termasuk target tampil pada SEA Games 2027.
“Sea Games 2025 sudah lewat dan gateball belum bisa ikut, tetapi kita masih punya kesempatan pada 2027. Persiapan tidak bisa dilakukan secara instan, harus dimulai sekarang melalui perencanaan yang sistematis, termasuk talent scouting nasional, pemusatan latihan terprogram, serta uji coba kompetitif,” ujar Diana dalam Rakor tersebut.
Diana, juga mengajak seluruh jajaran pengurus pusat dan daerah untuk menjadikan tahun 2026 sebagai tahun konsolidasi total.
“Saya mengajak seluruh pengurus Pergatsi pusat maupun daerah menjadikan 2026 sebagai tahun konsolidasi dan akselerasi prestasi nasional serta internasional. Saya sangat berharap gateball bisa masuk Sea Games 2027,” tuturnya.
Pelaksanaan Rakernas dan Kejurnas
PB Pergatsi menetapkan pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Gateball Tahun 2026 pada Juli mendatang.
Akan tetapi, tempat pelaksanaan Rakernas masih tentatif antara di Jakarta atau Bogor, menunggu usulan dari pengurus provinsi/daerah. Apabila tidak ada usulan lain, maka PB Pergatsi akan finalkan tempat pelaksanaan Rakernas dan Kejurnas Tahun 2026.
Keputusan tersebut berdasarkan hasil Rapat Koordinasi (Rakor) PB Pergatsi bersama Pengurus Provinsi dan Pengurus Daerah (Pengprov/Pengda) Pergatsi, Selasa (24/2/2026), secara daring. Rakor dipimpin oleh Ketua Harian PB Pergatsi Khalawi Abdul Hamid, yang dibuka langsung oleh Ketua Umum PB Pergatsi.
Rakor tersebut membahas lima agenda utama, yakni persiapan Rakernas dan Kejurnas 2026, rencana turnamen internasional Piala Menteri Pekerjaan Umum, penyelarasan program kerja organisasi dan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), pengembangan media dan publikasi, serta program “Road to Sea Games 2027”.
Khalawi, menyampaikan bahwa penetapan lokasi dan waktu Rakernas serta Kejurnas menjadi prioritas agar daerah memiliki cukup waktu untuk mempersiapkan keikutsertaan atlet.
“Yang pertama kita bahas adalah persiapan Rakernas dan Kejurnas 2026, baik lokasi maupun waktunya. Ini penting agar seluruh pengprov bisa menyesuaikan program dan anggaran sejak awal,” ujar Diana.
Pertimbangan Biaya dan Akses
Dalam sesi pembahasan, sejumlah pengprov menyampaikan masukan terkait lokasi pelaksanaan. Perwakilan Pengprov Sulawesi Utara, Jefry, mengusulkan agar Rakernas dan Kejurnas tidak dilaksanakan terpisah lokasi untuk menghemat biaya perjalanan daerah.
“Kalau memang Kejurnas dibuat di Bali, sebaiknya Rakernas juga dilaksanakan bersamaan supaya kami hanya satu kali perjalanan, seperti tahun lalu di Jakarta,” kata Jefry.
Namun, sebagian besar pengprov, termasuk Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, menyarankan agar Rakernas tetap dilaksanakan di Jakarta dengan pertimbangan kemudahan akses transportasi dan kesiapan daerah.
“Kalau di Jakarta cukup satu kali penerbangan. Kalau ke Bali atau Surabaya harus dua kali penerbangan, sementara kami belum siap menjadi tuan rumah,” ungkap perwakilan Pengprov Kalimantan Tengah.
Selain itu, Ronny Lumempouw dari Sulawesi Utara, juga mengusulkan agar Kejurnas digelar bertepatan dengan masa liburan sekolah.
“Banyak atlet gateball kita masih pelajar SMP, SMA, dan mahasiswa. Jadi, sebaiknya dilaksanakan pada Juni atau Juli agar tidak mengganggu kegiatan belajar,” ujarnya.
Kepastian Data Peserta
Masukan lainnya berkaitan dengan teknis pelaksanaan, terutama durasi technical meeting dan kepastian data peserta. Sejumlah pengprov menilai perubahan data peserta sering terjadi karena keterbatasan anggaran daerah yang belum cair pada awal tahun.
“Masalah utama biasanya dana belum siap karena APBD belum bisa digunakan. Karena itu pada Rakernas 2025 sudah disepakati Kejurnas dilaksanakan Juli atau Agustus,” jelas salah satu peserta Rakor.
Berkaca pada pelaksanaan Kejurnas 2025, sejumlah pengprov menilai lokasi Pakansari Cibinong cukup representatif. Lapangan dinilai memadai dan akses penginapan relatif mudah dijangkau oleh kontingen daerah.
“Lapangan Pakansari cukup bagus dan lokasi memudahkan peserta mencari penginapan. Dengan persiapan yang lebih panjang, kita berharap Kejurnas 2026 bisa lebih baik lagi,” ujar perwakilan pengprov.
Pelaksanaan Kejurnas
Seperti pada penyelenggaraan Piala Bromo Pengprov Jawa Timur, ada yang berkeinginan menjadi tuan rumah Kejurnas 2026. Silakan bersurat dan mohon untuk dipertimbangkan juga terkait estimasi biaya. Rakernas di Jawa Timur untuk meringankan biaya peserta Rakernas dan Kejurnas dijadikan satu saja.
PB Pergatsi juga akan segera mengirimkan surat pemberitahuan resmi kepada seluruh Pengprov agar dapat diajukan ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di daerah masing-masing paling lambat tiga bulan sebelum pelaksanaan Kejurnas.
“Keputusan ini akan segera kami tuangkan dalam surat resmi kepada Pengprov agar bisa diproses ke KONI masing-masing daerah,” kata Khalawi menegaskan.
Melalui penetapan ini, PB Pergatsi berharap seluruh daerah dapat mempersiapkan atlet secara optimal sekaligus memperkuat pembinaan nasional sebagai bagian dari strategi menuju Road to Sea Games 2027. (PAH/ROY)
Baca Juga: Penyeberangan ke Bali Ditutup Saat Nyepi 2026, Cek Jadwal Lengkapnya
































