Home Fitur Pengamat Ini Sebut Tata Kelola Banjir “Misleading” dan Jadi Komoditas Politik

Pengamat Ini Sebut Tata Kelola Banjir “Misleading” dan Jadi Komoditas Politik

Share

Permasalahan banjir, khususnya di Jakarta, masih terus menjadi pekerjaan rumah dari waktu-waktu. Pengelolaan banjir misleading dan tidak pernah tuntas karena banjir sudah menjadi komoditas politik.

Akibatnya, kebijakan yang dilakukan yang terus berorientasi fisik tak pernah bisa menyelesaikan masalah banjir di Jakarta. Klaim “Jakarta akan bebas banjir” adalah menyesatkan dan hanya ilusi.

Pengamat Sumber Daya Air, Ir Siswoko Dipl, HE, mengatakan hal itu saat menjadi narasumber di Podcast Santuy Majalah Lintas, beberapa waktu lalu.

“Mohon maaf, kalau banjir menjadi komoditas politik agar bisa terpilih, masalah banjir takkan pernah bisa selesai,” ujarnya.

Di berbagai media massa, Siswoko sudah banyak memberikan pemikirannya untuk mengatasi permasalahan banjir di Indonesia. Bahkan, ia menantang pemerintah dan semua pemangku kepentingan untuk berdiskusi terkait pengelolaan banjir kapan saja tanpa dihubung-hubungkan dengan masalah politik.

Orientasi Fisik

Siswoko menyoroti berbagai kebijakan pemerintah yang terus melakukan kebijakan berorientasi fisik tanpa pernah mempersiapkan masyarakat untuk bisa siap dan bisa berkontribusi untuk terlibat dalam usaha pengelolaan banjir.

Pelibatan masyarakat, kata Siswoko, misalnya dengan mengajak masyarakat untuk hidup berdamai dengan banjir, misalnya dengan membangun rumah panggung.

Dalam podcast ini Siswoko membeberkan berbagai kebijakan pemerintah yang disebutnya “lucu-lucuan”, dagelan, dan selalu dilaksanakan sebagai rutinitas (bussiness as usual), tanpa koordinasi antarlembaga. “Ini untuk kebaikan, agar lebih baik,” ujarnya. (HRZ)

Bahan pemaparan soal Pengelolaan Banjir bagian 2 oleh Siswoko, Pengamat Sumber Daya Air, bisa diperoleh di tombol berikut ini.

Saksikan podcast Ngobrol Santuy bersama Siswoko berikut ini.

Tonton sampai habis dan jangan lupa berikan komentar.

Baca Juga: Perubahan Paradigma Masalah Banjir

Oleh:

Share