Home Berita Anggaran Kementerian PU 2026 Rp 118,5 Triliun Fokus Irigasi dan Konektivitas Wilayah

Anggaran Kementerian PU 2026 Rp 118,5 Triliun Fokus Irigasi dan Konektivitas Wilayah

Share

JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menetapkan pagu anggaran Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp 118,50 triliun dengan fokus utama pada penguatan irigasi pertanian dan konektivitas wilayah sebagai fondasi ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo saat menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI, Rabu (4/2/2026) yang membahas evaluasi pelaksanaan program tahun 2025 sekaligus pemaparan rencana kerja Kementerian PU tahun 2026.

“Kami memastikan bahwa penguatan irigasi pertanian dan konektivitas wilayah tetap menjadi prioritas utama. Seluruh komitmen awal akan kami penuhi melalui optimalisasi anggaran serta penguatan pelaksanaan di lapangan,” ujar Dody.

Perkuat Ketahanan Pangan

Dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional, Kementerian PU mengalokasikan anggaran Rp 34,74 triliun untuk sektor Sumber Daya Air (SDA). Anggaran ini difokuskan pada peningkatan produktivitas lahan pertanian melalui penguatan dan keberlanjutan sistem irigasi.

Program yang dijalankan meliputi pembangunan jaringan irigasi baru seluas 15.905 hektar guna membuka dan memperluas areal pertanian produktif, serta rehabilitasi jaringan irigasi eksisting seluas 97.430 hektar agar suplai air ke lahan pertanian tetap terjaga.

Selain itu, Kementerian PU juga melaksanakan pengendalian banjir sepanjang 82 kilometer untuk melindungi kawasan pertanian dan permukiman, serta pengamanan pantai sepanjang 8 kilometer guna menjaga wilayah pesisir dan lahan produktif.

Dukungan ketersediaan air diperkuat melalui penyediaan air baku berkapasitas 500 liter per detik, pengembangan sumber air tanah dan embung di sekitar 800 titik, serta pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di 12.000 lokasi di berbagai daerah.

Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau Daerah Irigasi (DI) Serayu, di Bendung Gerak Serayu di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (12/1/2025). | Dok. Kementerian PU

Dorong Konektivitas dan Distribusi Logistik

Untuk memperlancar distribusi hasil pertanian dan logistik nasional, Kementerian PU mengalokasikan anggaran Rp 45,62 triliun pada sektor jalan dan jembatan. Anggaran ini digunakan untuk membuka akses wilayah, meningkatkan kualitas jaringan transportasi, serta menekan biaya logistik.

Program tersebut mencakup pembangunan jalan baru sepanjang 158 kilometer, peningkatan kapasitas dan preservasi jalan sepanjang 1.571 kilometer, pembangunan dan duplikasi jembatan sepanjang 2,2 kilometer, serta preservasi jembatan 93,8 kilometer dan penggantian jembatan 2,1 kilometer.

Kementerian PU juga membangun 105 unit jembatan gantung untuk membuka keterisolasian wilayah perdesaan, membangun flyover dan underpass sepanjang 262 meter, serta melanjutkan pembangunan jalan tol sepanjang 35,72 kilometer.

Preservasi rutin terhadap jalan nasional sepanjang 46.000 kilometer dan jembatan sepanjang 472 kilometer tetap menjadi prioritas, termasuk penanganan jalan daerah melalui pembangunan dan preservasi jalan 50 kilometer serta jembatan 305 meter.

Perkuat Infrastruktur Dasar dan Prasarana Strategis

Pada bidang Cipta Karya, Kementerian PU mengalokasikan anggaran Rp 12 triliun untuk memperkuat infrastruktur dasar. Program yang dilaksanakan antara lain pembangunan dan peningkatan kapasitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sebesar 800 liter per detik, perluasan layanan SPAM bagi 59.490 sambungan rumah, pengelolaan air limbah untuk 63.200 kepala keluarga, serta pengelolaan persampahan sebesar 402 ton per hari.

Sekolah Rakyat. Dok/Birkompu

Selain itu, dilakukan pengembangan kawasan strategis seluas 157 hektar, pembangunan gedung seluas 39.799 meter persegi, serta penguatan infrastruktur berbasis masyarakat.

Sementara itu, bidang Prasarana Strategis memperoleh alokasi anggaran Rp 24,11 triliun untuk mendukung penguatan sumber daya manusia dan aktivitas ekonomi wilayah. Program ini meliputi revitalisasi 1.000 unit sekolah keagamaan, pembangunan 100 unit sekolah rakyat, serta pembangunan dan rehabilitasi 41 unit sekolah dasar dan menengah.

Kementerian PU juga membangun 7 unit perguruan tinggi dan perguruan tinggi keagamaan, serta berbagai prasarana pendukung ekonomi dan sosial, antara lain 9 unit pasar, 8 unit sarana olahraga, 2 unit cagar budaya, 2 unit sarana kesehatan, dan 2 unit sarana peribadatan. (*/CHI)

Baca Juga: Realisasi Anggaran 2025 Kementerian PU Capai 95,23 Persen

Oleh:

Share