JAKARTA, LINTAS – PT Hutama Mambelim Trans Papua (HMTP) mempercepat pembangunan Jalan Trans Papua ruas Jayapura–Wamena, segmen Mamberamo–Elelim sepanjang 50,14 km. Proyek strategis ini digarap konsorsium PT Hutama Karya (Persero) dan PT Hutama Karya Infrastruktur melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Plt Direktur HMTP Kun Hartawan Adi Satria menyebut, pembangunan jalan ini menjadi kunci membuka isolasi geografis Papua Pegunungan.
“Kami berkomitmen menghadirkan akses baru yang memperkuat konektivitas sekaligus membangun ekosistem berkelanjutan,” ujar Kun dalam keterangannya, Senin (1/9/2025)
Hingga Agustus 2025, pekerjaan aktif mencakup pembukaan jalur (right of way), pemetaan lapangan berbasis teknologi BIM, penimbunan tanah, pembangunan drainase, serta penanganan lereng dengan geomat dan concrete canvas.
HMTP juga menggandeng Kementerian Perhubungan untuk manajemen lalu lintas, Dinas Lingkungan Hidup Yalimo untuk pengelolaan UKL-UPL, serta aparat keamanan demi menjaga stabilitas proyek.
Baca Juga: MRT Jakarta Beroperasi Normal, Entrance A Istora Mandiri Belum Bisa Digunakan
Selain konstruksi, perusahaan menggelar sosialisasi budaya bersama masyarakat adat melalui tradisi bakar batu. Desain jembatan juga mengintegrasikan motif Honai khas Papua pada parapet agar infrastruktur berpadu dengan kearifan lokal.
Membuka Lapangan Kerja
Pembangunan ini turut membuka lapangan kerja. Dari 413 pekerja, 116 di antaranya tenaga lokal Papua atau sekitar 28 persen. Jumlah tersebut diproyeksikan melonjak hingga 2.000 orang seiring percepatan konstruksi.
“Tenaga kerja lokal tak hanya mempercepat proyek, tapi juga memicu pertumbuhan ekonomi sekitar,” kata Kun.
Proyek dengan nilai investasi Rp 3,3 triliun ini ditargetkan memperlancar distribusi logistik, menguatkan ekonomi daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Papua Pegunungan. HMTP juga menyalurkan bantuan sosial berupa sembako dan material bangunan ke sejumlah panti asuhan di Jayapura dan Keerom sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan.
“Pembangunan Trans Papua membutuhkan kolaborasi semua pihak. Kami optimistis proyek ini rampung tepat waktu dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Kun. (GIT)





