Home Berita Hutama Karya Bangun Stasiun Bawah Tanah Glodok–Kota MRT Jakarta, Ditarget Selesai 2027

Hutama Karya Bangun Stasiun Bawah Tanah Glodok–Kota MRT Jakarta, Ditarget Selesai 2027

Share

JAKARTA, LINTAS – PT Hutama Karya (Persero) tengah mengerjakan pembangunan Stasiun Bawah Tanah Glodok–Kota MRT Jakarta, salah satu proyek strategis transportasi perkotaan yang dirancang untuk memperkuat konektivitas kawasan pusat kota sekaligus meningkatkan kualitas layanan angkutan massal di Jakarta.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyampaikan bahwa pembangunan stasiun menunjukkan progres yang signifikan.

“Hingga Rabu (28/1/2026), progres pekerjaan telah mencapai 82 persen. Saat ini pekerjaan yang sedang dilakukan meliputi struktur entrance, pekerjaan arsitektur, serta sistem mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) stasiun,” ujarnya dikutip Selasa (3/2/2026).

Ditarget Selesai 2027

Ia menambahkan, pembangunan Stasiun Bawah Tanah Glodok–Kota ditargetkan selesai pada semester I 2027 dan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi mobilitas masyarakat serta penataan sistem transportasi publik perkotaan.

Pembangunan stasiun ini merupakan bagian dari MRT Jakarta Fase 2A dengan panjang koridor sekitar 1,33 kilometer, yang menghubungkan Stasiun MRT Mangga Besar hingga Stasiun MRT Jakarta Kota.

Keberadaan stasiun bawah tanah di kawasan beraktivitas tinggi ini diharapkan mampu mendukung mobilitas masyarakat secara lebih efisien, tertib, dan terintegrasi.

Paket CP 2023

Hutama Karya mengerjakan proyek tersebut melalui paket CP 203 bersama mitra asal Jepang, Sumitomo Mitsui Construction Company (SMCC), dengan skema joint operation (SMCC–HK JO). Sementara itu, PT MRT Jakarta (Perseroda) bertindak sebagai penyelenggara proyek.

” Kolaborasi lintas negara ini dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai standar teknis dan keselamatan, mengingat lokasi proyek berada di kawasan pusat kota yang padat dan historis,” ujar Mardiansyah .

Stasiun Bawah Tanah Glodok–Kota dirancang untuk mendukung integrasi antarmoda, khususnya melalui penataan akses pejalan kaki dan koneksi menuju simpul transportasi lain di sekitarnya. Desain stasiun juga memperhatikan kenyamanan dan keamanan pengguna, sehingga proses perpindahan moda transportasi dapat berlangsung lebih lancar, terutama pada jam-jam sibuk.

Mardiansyah menambahkan, Hutama Karya juga menaruh perhatian besar pada pengendalian dampak konstruksi.
“Kami berupaya memastikan pekerjaan tetap berjalan tanpa mengganggu aktivitas ekonomi secara berlebihan, menjaga akses masyarakat sekitar, serta menjamin keselamatan publik di kawasan proyek,” tuturnya.

Upaya tersebut dilakukan melalui pengaturan metode kerja dan penyampaian informasi kepada masyarakat apabila terdapat penyesuaian akses selama masa konstruksi. (CHI)

Baca Juga: Kementerian PU Kerahkan 14 Excavator Tangani Longsor Cisarua Bandung Barat

Oleh:

Share