Home Berita Pembangunan Hunian Darurat Tapanuli Selatan Dipercepat

Pembangunan Hunian Darurat Tapanuli Selatan Dipercepat

Share

JAKARTA, LINTAS — Pemerintah mempercepat pembangunan hunian darurat bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Upaya ini dilakukan agar masyarakat segera keluar dari kondisi darurat dan memperoleh tempat tinggal yang aman serta layak huni.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun ratusan unit hunian sementara sebagai bagian dari fase pemulihan pascabencana. Hunian ini ditujukan untuk menampung ratusan keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam.

Menteri PU Dody Hanggodo, melalui keterangan tertulis, Jumat (6/2/2026), menegaskan, percepatan pembangunan tidak hanya menyasar jumlah bangunan, tetapi juga kesiapan layanan dasar. “Hunian harus siap secara menyeluruh. Air bersih, sanitasi, dan listrik wajib berfungsi sebelum ditempati,” kata Dody.

Sebanyak 252 unit hunian dibangun dalam 21 blok modular. Setiap blok berisi 12 unit dan diperuntukkan bagi sekitar 245 keluarga atau sekitar 1.800 jiwa. Penetapan penghuni sepenuhnya dilakukan pemerintah daerah setempat.

Hunian Tetap

Hunian sementara ini berdiri di atas lahan sekitar 2,6 hektar dari total lahan tersedia 16,8 hektar. Adapun sisa lahan direncanakan untuk pembangunan hunian tetap yang akan ditangani Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Dari sisi teknis, konstruksi modular dipilih untuk memangkas waktu pembangunan. Rangka baja ringan dan baja CNP digunakan sebagai struktur utama. Dinding memakai sandwich panel. Atap menggunakan penutup metal. Lantai GRC dilapisi vinyl.

Setiap unit dirancang memiliki ventilasi dan pencahayaan memadai. Karena itu, kenyamanan penghuni selama masa tinggal sementara tetap diperhatikan.

Selain unit hunian, kawasan ini dilengkapi fasilitas komunal. Tersedia 126 toilet dan 126 shower yang tersebar di seluruh blok. Dapur bersama juga disiapkan untuk mendukung kebutuhan harian warga.

Kawasan hunian turut dilengkapi masjid, gedung serbaguna, dapur umum, ruang komunal, taman bermain, lapangan olahraga, hingga area parkir. Fasilitas ini diharapkan menjaga kehidupan sosial warga tetap berjalan.

Pembangunan ditargetkan rampung sebelum Ramadhan. Pemerintah berharap hunian ini menjadi jembatan pemulihan menuju kehidupan yang lebih stabil, sejalan dengan semangat Astacita dalam menghadirkan perlindungan dasar bagi masyarakat terdampak bencana. (HRZ)

Baca Juga: Huntara Dipercepat, 7 Blok Hunian Sementara Segera Berdiri di Aceh Tamiang

Oleh:

Share