TEGAL, LINTAS — Kementerian Pekerjaan Umum mempercepat penyediaan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat segera mendapatkan tempat tinggal yang layak dan aman.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengatakan komitmen pemerintah dalam mempercepat penyelesaian pembangunan huntara. Targetnya, seluruh unit sudah dapat ditempati paling lambat H-5 Lebaran 2026.
“Kami berkomitmen agar warga dapat segera menempati hunian yang lebih aman sebelum masa mudik dan libur Idulfitri 2026,” ujarnya.
Tampung 456 Kepala Keluarga
Huntara yang tengah dibangun memiliki kapasitas sekitar 456 kepala keluarga. Secara keseluruhan, tersedia 38 blok, masing-masing terdiri atas 12 unit hunian.
Setiap unit dirancang memenuhi standar hunian layak dengan memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan. Pemerintah juga melengkapi kawasan tersebut dengan akses utilitas dasar serta fasilitas sosial untuk menunjang kehidupan bermasyarakat.
Fasilitas yang disiapkan meliputi sambungan listrik dari PLN, penyediaan air bersih, masjid sebagai sarana ibadah dan kegiatan sosial, balai warga, pos kesehatan, hingga lapangan mini soccer sebagai ruang interaksi dan aktivitas warga.
Pastikan Lokasi Aman Secara Geologi
Dody menjelaskan, Kementerian PU terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah guna memastikan pembangunan dilakukan di lokasi yang aman secara geologi.
Mengingat wilayah terdampak merupakan kawasan tanah bergerak, pemerintah daerah bersama instansi teknis masih melakukan pencarian lahan alternatif yang lebih stabil. Lahan tersebut nantinya akan digunakan untuk pembangunan tambahan huntara maupun rencana relokasi permanen.
Fokus Keselamatan Jangka Panjang
Dody menambahkan, penanganan pascabencana tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga pada perlindungan dan keselamatan jangka panjang masyarakat.
Oleh karena itu, setiap lokasi hunian akan melalui kajian teknis kebencanaan guna meminimalkan risiko di masa mendatang. (CHI)
































