JAKARTA, LINTAS — Kementerian Pekerjaan Umum menunda pemindahan warga terdampak bencana ke hunian sementara di Batang Toru, Tapanuli Selatan, hingga pasokan air bersih dipastikan cukup. Ketersediaan layanan dasar menjadi syarat utama sebelum 252 unit rumah ditempati.
Menteri PU Dody Hanggodo meninjau langsung lokasi di Desa Napa, Kamis (26/2/2026). Ia menegaskan, penyelesaian fisik bangunan harus sejalan dengan kesiapan infrastruktur dasar.
“Kita tidak ingin warga masuk sebelum kebutuhan dasarnya siap. Air bersih harus cukup,” ujar Dody dikutip dari keterangan tertulis.
Saat ini sistem air memanfaatkan sumur bor dangkal, tandon, dan pompa. Listrik dipasok PLN dengan daya 900 watt per unit. Dua titik sumur bor telah tersedia. Namun debit air dinilai belum mencukupi.

“Saya lihat debit airnya masih kurang, jadi harus menambah beberapa titik bor supaya cukup untuk sekitar 250-an kepala keluarga,” katanya.
Kementerian PU akan menambah hingga lima titik sumur bor. Langkah ini untuk melayani 21 blok hunian yang disiapkan bagi sekitar 245 kepala keluarga atau sekitar 1.800 jiwa.
Progres fisik pembangunan telah mencapai 87,30 persen. Penyelesaian ditargetkan rampung pekan depan.
“Secara fisik Minggu atau Senin depan selesai. Tapi kita masih harus korelasikan dengan Pak Bupati kapan pengungsi bisa masuk,” ujar Dody.
Setiap blok terdiri atas 12 unit. Fasilitas sanitasi komunal tersedia enam toilet dan enam shower per blok, terpisah untuk laki-laki dan perempuan. Total tersedia 126 toilet dan 126 shower. Kawasan juga dilengkapi dapur bersama, area cuci, serta instalasi pengolahan air limbah berkapasitas 5 meter kubik.
Hunian berdiri di lahan 14.369,03 meter persegi dari total kawasan sekitar 2,6 hektar. Fasilitas pendukung meliputi mushola, gedung serbaguna, lapangan futsal, ruang komunal, taman bermain, dan area hijau.
Pemerintah menegaskan, percepatan pembangunan harus tetap mengedepankan kelayakan agar warga dapat tinggal dengan aman dan bermartabat, sejalan dengan agenda Astacita. (HRZ)
































