IKN NUSANTARA, LINTAS – Sebelum penyelenggaraan upacara peringatan HUT Ke-79 RI 17 Agustus 2024 di IKN Nusantara, pembangunan rumah tapak jabatan menteri di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN dipercepat.
Lewat siaran pers, Selasa (26/9/2023), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Perumahan menargetkan 36 unit rumah tapak jabatan menteri selesai pada pertengahan 2024.
“Termasuk pembangunan rumah susun/apartemen untuk ASN/TNI/Polri. Kontraknya sudah dimulai pada Agustus 2023 kemarin. Saat ini sedang penyiapan lahan,” kata Basuki.

Direktur Jenderal Perumahan Iwan Suprijanto menerangkan, saat ini setidaknya sudah ada sekitar 32 unit Rumah Tapak Jabatan Menteri yang telah terbangun dan telah dilaksanakan pula penghijauan di kawasan persil 104 dan 105.
“Saat ini sudah ada 32 unit rumah yang terbangun dan sisa 4 unit yang akan segera dibangun. Kami akan mempercepat proses pembangunan Rumah Jabatan Menteri di IKN dan ditargetnya pertengahan tahun 2024, seluruh unit rumah telah terbangun dan siap huni,” ujar Iwan.
Paralel
Pembangunan konstruksi rumah dilaksanakan secara pararel dengan penataan landscape. Penghijauan dan penataan jalur pedestrian bagi pejalan kaki di sekitar lokasi pembangunan juga dilakukan supaya kondisi lingkungan tetap terjaga dan nyaman untuk dihuni.

“Kami juga memasang panel surya sehingga memaksimalkan pemanfaatan energi listrik di unit hunian. Kami juga meminta agar pohon-pohon yang ada tidak ditebang, sekaligus terus melakukan penanaman pohon agar lingkungan tetap hijau dan asri,” tambah Iwan.
Sebanyak 24 unit rumah tapak jabatan menteri persil 104 dibangun di atas lahan seluas 10,6 ha. Sementara rumah tapak jabatan menteri persil 105 sebanyak 12 unit dibangun di atas lahan seluas 9,1 ha. Seluruhnya dilengkapi dengan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU), mebel, serta fasilitas umum dan sosial. Adapub proses konstruksi telah dimulai sejak Desember 2022.
Desain Mengikuti Kontur
Kepala Balai Pelaksanaan Penyediaan Perumahan Kalimantan II H. Hujurat menerangkan, pembangunan Rumah Tapak Jabatan Menteri juga didesain untuk merespons kondisi topografi berkontur.
“Pembangunan rumah tapak jabatan menteri terdiri dari 2 tipe rumah yang mengikuti kontur lahan, yaitu tipe upslope dan downslope,” jelas Hujurat.

Tipe upslope yang dibangun sebanyak 25 unit diperuntukkan bagi hunian yang berada pada punggungan bukit dengan elevasi belakang rumah lebih tinggi daripada elevasi jalan. Sementara tipe downslope yang dibangun sebanyak 11 unit diperuntukkan bagi hunian yang berada di lereng bukit sehingga elevasi belakang rumah lebih rendah daripada elevasi jalan.
“Selain didesain untuk mengikuti kontur lahan sehingga meminimalisasi cut and fill, Rumah Tapak Jabatan Menteri juga didesain untuk responsif terhadap iklim dan bencana. Diterapkan pula sistem smart design building dengan akses 100 persen terhadap internet dan Wi-Fi sehingga menjadi kawasan cerdas terpadu,” tandas Hujurat. (*/HRZ)





