Home Berita Pelabuhan Patimban Kedatangan 12 Alat Bongkar Muat, Kapasitas Peti Kemas Disiapkan Naik

Pelabuhan Patimban Kedatangan 12 Alat Bongkar Muat, Kapasitas Peti Kemas Disiapkan Naik

Share

JAKARTA, LINTAS – Pelabuhan Patimban, Jawa Barat, menerima kedatangan tiga unit Electric Quay Container Crane (E-QCC) dan sembilan unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) dari Tiongkok pada November 2026.

Penambahan 12 peralatan bongkar muat ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas Terminal Peti Kemas seiring pertumbuhan trafik dan kebutuhan logistik kawasan industri Jawa Barat.

Seluruh peralatan diangkut menggunakan MV ZHEN HUA 28, kapal berbendera Hong Kong dengan panjang keseluruhan (Length Overall/LOA) 232,04 meter.

Proses pembongkaran dan penempatan peralatan dijadwalkan berlangsung pada November 2026, dilanjutkan instalasi mekanikal dan elektrikal, pengujian fungsi, serta commissioning hingga Desember 2026.

Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Kelas II Patimban, Hadi S. Arif, mengatakan kedatangan peralatan tersebut menjadi bagian dari persiapan terminal dalam menghadapi peningkatan trafik peti kemas.

“Kedatangan 3 E-QCC dan 9 E-RTG ini bukan sekadar penambahan peralatan. Ini merupakan bagian dari proses peningkatan kapasitas terminal agar dapat mengikuti pertumbuhan trafik, kebutuhan industri, dan semakin luasnya jaringan pelayaran yang menggunakan Pelabuhan Patimban,” kata Hadi.

Menurut dia, proses pengembangan fasilitas tidak akan menghentikan pelayanan komersial.

Selama pembongkaran dan instalasi peralatan baru di dermaga eksisting, kegiatan pelayanan kapal peti kemas tetap berlangsung melalui dermaga Tahap I-2-1.

“Selama proses penurunan, instalasi, hingga commissioning peralatan baru, pelayanan kapal peti kemas tetap berjalan melalui dermaga Tahap I-2-1. Ini penting karena proses pengembangan fasilitas harus dapat berjalan berdampingan dengan kebutuhan pengguna jasa yang sudah rutin memanfaatkan Patimban,” katanya.

Penyelesaian pembangunan Terminal Peti Kemas Tahap I-2-1 Paket 6 pada 15 Oktober 2026 turut mendukung proses tersebut.

Dermaga Baru

Dermaga baru ini menyediakan ruang operasional tambahan sehingga kapal-kapal komersial yang telah memiliki jadwal pelayanan dapat tetap melakukan kegiatan bongkar muat.

Sementara itu, dua unit Harbour Mobile Crane (HMC) yang telah beroperasi tetap mendukung pelayanan komersial.

Dengan demikian, konfigurasi peralatan terminal setelah seluruh fasilitas baru siap digunakan akan terdiri atas tiga E-QCC, sembilan E-RTG, dan dua HMC.

E-QCC merupakan alat bongkar muat peti kemas antara kapal dan dermaga, sedangkan E-RTG digunakan untuk memindahkan dan menata peti kemas di area container yard.

Penggunaan peralatan bertenaga listrik ini juga menjadi bagian dari pengembangan terminal yang lebih efisien dan mendukung penerapan konsep green port di Pelabuhan Patimban.

Berdasarkan jadwal, pembongkaran dan penempatan peralatan berlangsung pada November 2026.

Selanjutnya, instalasi mekanikal dan elektrikal, pengujian fungsi, commissioning, inspeksi, pelatihan, serta penyelesaian punch list dilaksanakan sepanjang November hingga Desember 2026.

Akhir Desember

Proses handover ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026. Dengan jadwal tersebut, seluruh peralatan diharapkan mulai mendukung operasional terminal secara penuh pada Januari 2027.

Penambahan fasilitas ini sejalan dengan pertumbuhan trafik peti kemas.

Hingga Oktober 2026, Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban telah melayani 37.924 TEUs secara kumulatif dengan total 44 kunjungan kapal, terdiri atas 20 kunjungan domestik dan 24 kunjungan internasional.

Sejak layanan peti kemas internasional berkembang pada pertengahan 2026, trafik Patimban menunjukkan peningkatan.

Jaringan pelayarannya juga bertambah melalui layanan yang dioperasikan MSC, ONE–Samudera, dan COSCO untuk kegiatan domestik maupun internasional.

Dengan perkembangan tersebut, volume pelayanan peti kemas pada 2027 diproyeksikan berpeluang mencapai sekitar 250.000 TEUs.

Hadi mengatakan tambahan peralatan dan peningkatan jaringan pelayaran akan membuka peluang pertumbuhan layanan terminal pada tahun mendatang.

Bertambah

“Dengan tambahan 3 E-QCC dan 9 E-RTG, ditambah 2 HMC yang telah beroperasi, kemampuan terminal akan meningkat secara signifikan. Capaian hampir 38 ribu TEUs sampai Oktober menunjukkan bahwa trafiknya sudah mulai terbentuk. Kami optimistis peningkatan kapasitas ini akan membuka ruang bagi bertambahnya layanan pelayaran dan volume peti kemas melalui Patimban,” ungkapnya.

Selain fasilitas terminal dan jaringan pelayaran, konektivitas darat juga menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan Pelabuhan Patimban.

Penyelesaian Jalan Tol Akses Patimban diharapkan memperlancar hubungan antara pelabuhan, kawasan industri, dan jaringan jalan nasional.

“Kapasitas terminal yang semakin besar perlu didukung konektivitas hinterland yang semakin baik. Kami optimistis ketika fasilitas terminal, jaringan pelayaran, dan akses tol semakin terintegrasi, Pelabuhan Patimban akan memiliki daya dukung yang lebih kuat bagi industri Jawa Barat untuk menjangkau pasar domestik maupun internasional,” tambah Hadi. (CHi)

Oleh:

Share