Home Berita Pamsimas 2026 Diluncurkan, 848 Desa Jadi Sasaran Akses Layanan Air Minum Aman

Pamsimas 2026 Diluncurkan, 848 Desa Jadi Sasaran Akses Layanan Air Minum Aman

Share

JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya resmi meluncurkan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Tahun Anggaran (TA) 2026.

Program ini akan menjangkau 848 desa di 196 kabupaten pada 36 provinsi sebagai bagian dari upaya memperluas akses layanan air minum aman dan berkelanjutan bagi masyarakat, terutama di wilayah perdesaan.

Direktur Air Minum, Oscar R. Siagian, menjelaskan bahwa berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 6942/KPTS/M/2026, pelaksanaan Pamsimas TA 2026 akan dikoordinasikan oleh 32 Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK).

“BPBPK telah menyelesaikan rekrutmen tenaga pendamping sebanyak 1.296 fasilitator masyarakat,” ujar Oscar dikutip dari web Ditjen CK pada Jumat (17/7/2026).

Peluncuran Pamsimas TA 2026 menjadi penanda dimulainya seluruh tahapan pelaksanaan program di tingkat masyarakat sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam mendukung target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, yakni meningkatkan akses air minum aman hingga 43 persen pada 2029.

Sejak pertama kali dilaksanakan pada 2008, Pamsimas telah menjadi salah satu program strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat. Program ini tidak hanya membangun infrastruktur Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), tetapi juga meningkatkan kapasitas masyarakat agar mampu mengelola dan menjaga keberlanjutan layanan air minum secara mandiri.

Selain peluncuran program, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sosialisasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) sebagai bentuk komitmen Direktorat Jenderal Cipta Karya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, dan berintegritas.

Penerapan SMAP diharapkan menjadi pedoman dalam setiap tahapan pelaksanaan Pamsimas sehingga seluruh proses berjalan sesuai prinsip tata kelola pemerintahan yang baik serta bebas dari praktik korupsi.

Keberhasilan pelaksanaan program juga didukung oleh kesiapan tenaga pendamping yang akan bertugas di lapangan. Seluruh proses pengadaan tenaga pendamping di masing-masing BPBPK telah rampung sehingga mereka siap memberikan pendampingan teknis, memberdayakan masyarakat, serta memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai pedoman dan standar yang telah ditetapkan.

Bangun Kemandirian Masyarakat

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Cipta Karya, Chandra R.P. Situmorang, menjelaskan bahwa Pamsimas merupakan salah satu instrumen penting dalam pemerataan pelayanan dasar melalui penyediaan air minum yang layak dan berkelanjutan.

“Pamsimas bukan sekadar membangun sarana air minum, tetapi membangun kemandirian masyarakat dalam mengelola layanan air minum secara berkelanjutan. Keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, balai, tenaga pendamping, serta masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan. Dengan semangat gotong royong dan tata kelola yang bersih, kita optimistis target peningkatan akses air minum aman dapat tercapai,” ujar Chandra saat Kick Off Pelaksanaan Kegiatan Pamsimas TA 2026, belum lama ini.

Dalam kesempatan tersebut, Chandra juga mengingatkan seluruh pelaku program agar menjunjung tinggi integritas selama pelaksanaan kegiatan.

“Saya menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan Pamsimas harus bebas dari praktik korupsi, gratifikasi, dan pungutan liar. Setiap tahapan kegiatan harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

Ia juga memberikan sejumlah arahan strategis kepada seluruh pemangku kepentingan, antara lain memastikan proses pendampingan masyarakat berjalan optimal, meningkatkan kapasitas Kelompok Masyarakat (Pokmas) pelaksana, menyusun perencanaan SPAM sesuai standar teknis, serta memperkuat pengawasan agar seluruh kegiatan berjalan sesuai jadwal.

Tinjau Hasil Pamsimas 2025 di Lombok Barat

Masih dalam rangkaian Kick Off Pamsimas TA 2026, Chandra didampingi Kepala BPBPK Nusa Tenggara Barat, Dades Prinandes, meninjau hasil pembangunan Pamsimas TA 2025 di Pokmas Kurtim Madani, Desa Kuripan Timur, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan infrastruktur air minum yang telah dibangun berfungsi dengan baik sekaligus mendorong keberlanjutan pengelolaannya.

SPAM yang ditinjau terdiri atas jaringan perpipaan HDPE sepanjang sekitar 2.800 meter dan telah melayani 83 Sambungan Rumah (SR). Infrastruktur tersebut dinilai memiliki kualitas air yang baik dan telah dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

Dalam kunjungan tersebut, Chandra meminta Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (KPSPAM) bersama pemerintah desa terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat guna meningkatkan jumlah pelanggan baru. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat pendapatan operasional sekaligus menjamin keberlanjutan layanan SPAM.

Selain itu, KPSPAM juga diminta menetapkan biaya pendaftaran pelanggan baru yang terjangkau agar tidak membebani masyarakat. Chandra turut menekankan pentingnya menjaga kualitas air sesuai standar serta melakukan perawatan rutin terhadap seluruh bangunan dan sarana prasarana Pamsimas agar dapat berfungsi secara optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. (*/CHI)

Baca Juga: Halte Kebon Sirih Arah Kota Ditutup Sementara Mulai 17 Juli 2026

Oleh:

Share