BOGOR, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan kerusakan jalan nasional pada ruas Gandaria–Cilodong hingga Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan, kenyamanan, serta kualitas layanan infrastruktur bagi masyarakat yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Menteri PU, Dody Hanggodo, turun langsung meninjau kondisi ruas Jalan Parung–Bogor pada Sabtu (29/2/2026). Peninjauan dilakukan guna memastikan proses perbaikan berjalan optimal, menyeluruh, dan sesuai standar mutu yang ditetapkan.
“Kita memang sedang proses perbaikan dari Pasar Parung sampai titik Kemang, Parung. Sebelumnya sudah ada penambalan atau patching di beberapa titik, tetapi belum sempurna. Sekarang kita lakukan penyempurnaan secara bertahap. Mudah-mudahan dalam satu sampai dua bulan ini sudah selesai,” ujar Dody di sela-sela kunjungan.
Kualitas Pekerjaan
Dalam peninjauan tersebut, Menteri Dody menekankan pentingnya kualitas pekerjaan. Ia menyoroti hasil penambalan di sejumlah titik yang dinilai belum rata dan masih bergelombang, sehingga berpotensi membahayakan pengendara, terutama pengendara sepeda motor.
Untuk itu, Menteri Dody menginstruksikan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional DKI Jakarta–Jawa Barat (BBPJN) agar tidak hanya melakukan penambalan parsial, melainkan juga perbaikan yang lebih komprehensif sepanjang 25,1 kilometer dari Pasar Parung hingga Gandaria–Cilodong. Perbaikan menyeluruh tersebut diharapkan mampu menghasilkan kontur jalan yang lebih mulus dan aman.
Kepala BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat, Rina Kumala Sari, mengungkapkan bahwa terdapat 1.463 titik lubang di sepanjang ruas tersebut. Hingga saat ini, sebanyak 1.200 lubang telah ditangani dan tersisa 263 titik yang masih dalam proses perbaikan.
“Sampai kemarin, 1.200 lubang sudah kami tutup. Dengan tim patching yang terus bekerja di lapangan, kami targetkan dalam lima hari ke depan seluruh lubang sudah tertangani sehingga masyarakat dapat melintas dengan lebih aman dan nyaman,” jelas Rina.
Tak hanya fokus pada penambalan, BBPJN juga melakukan pembersihan bahu jalan dari rumput liar serta normalisasi saluran drainase. Upaya ini penting untuk memastikan aliran air berjalan lancar, terutama pada musim hujan, sehingga ketahanan konstruksi jalan dapat terjaga dan kerusakan berulang dapat dicegah.
Perbedaan Struktur Perkerasan
Menurut Rina, salah satu penyebab utama kerusakan jalan di ruas tersebut adalah perbedaan struktur perkerasan. Sebagian jalur cepat masih menggunakan perkerasan lentur (aspal/flexible pavement), sementara jalur lainnya telah menggunakan perkerasan kaku (rigid pavement). Perbedaan struktur ini kerap menimbulkan celah dan lubang, khususnya saat curah hujan tinggi dan sistem drainase kurang optimal.
“Lubang sering muncul di pertemuan antara pekerjaan rigid dengan aspal. Solusi jangka panjang agar tidak muncul lubang lagi adalah mengganti seluruh jalur aspal menjadi beton,” ujarnya. (CHI)
































