Home Berita Manfaat Berganda Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1

Manfaat Berganda Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1

Share

SEMARANG, LINTAS — Permasalahan banjir rob yang sering terjadi, hingga kemacetan pada jalur pantura menjadi persoalan klasik. Ini sangat merugikan kegiatan perekonomian di Kota Semarang dan Kabupaten Demak. Kehadiran Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1 diharapkan dapat menambah kapasitas dan jaringan jalan serta mengatasi banjir rob.

Jalan Tol Semarang-Demak seksi 1 terletak di utara Jalan Nasional yang akan berfungsi membendung banjir rob. Metode yang diterapkan dengan pembangunan tanggul laut. Kemudian dilengkapi dengan kolam retensi, pompa, pintu air dan sistem drainase regional. Sistem drainase ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari manajemen pengelolaan air.

Demikian disampaikan oleh Kasatker Yusrizal, saat wawancara bersama Lintas, pada Senin (14/8/2023), di Kantor Satuan Kerja Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak.

“Paket Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1 ini memang diharapkan bisa menangani banjir, yang selama ini, sepanjang tahun jadi sumber permasalahan di Kaligawe hingga Sayung,” kata Yusrizal.

Dijelaskan Yusrizal, pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 56 Tahun 2018 tentang Kedua Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Integrasi

Kementerian PUPR telah mengesahkan kebijakan Keputusan Menteri PUPR Nomor 355/KPTS/M/2017 tentang Pengintegrasian Pembangunan Tanggul Laut Kota Semarang dengan Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak.

Proyek Jalan Tol Semarang-Demak direncanakan sepanjang 26,95 km (STA -0+150 – STA 26+400) terbagi menjadi 2 seksi, Seksi 1 dimulai dari STA-0+150 – STA 10+394 dan Seksi 2 dimulai dari STA 10+394–STA 26+400.

PT Pembangunan Perumahan Semarang Demak (PPSD) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) telah menunjuk PT LAPI ITB untuk memberikan desain detail engineering (DED) Proyek Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1.

Pembangunan Jalan Tol Semarang Demak Seksi 1 yang menghubungkan Kaligawe-Sayung sepanjang 10,64 kilometer dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 15 persen dan Loan dari Tiongkok 85 persen.

Pengerjaan jalan tol ini terbagi dalam 3 paket meliputi: Toll Road Development Of Semarang-Demak 1A, Toll Road Development Of Semarang – Demak 1B dan Toll Road Development Of Semarang – Demak 1C.

Pekerjaan pada Toll Road Development Of Semarang-Demak 1A meliputi: Peninggian Jembatan Kaligawe (STA – 0+250 – 0+525); Elevated Freeway (STA 0+525 – 1+578); Pile Slab (STA. 8+314 – 10+394).

Pekerjaan pada Toll Road Development Of Semarang – Demak 1B meliputi: Tanggul Laut, Revetment dan Main Road (STA 1+578 – STA 8+314); Ramp Jembatan di Terboyo, Babon dan Sayung; Lingkup Pekerjaan Pematangan Lahan dan Bangunan Rest Area; Gerbang Tol dan Fasilitas Tol.

Pekerjaan pada Toll Road Development Of Semarang – Demak 1C meliputi: Pekerjaan Kolam Retensi Terboyo (189 Ha); Pekerjaan Kolam Retensi Sriwulan (28 Ha); Pekerjaan Saluran Pembawa Sriwulan (1,5 km); Pekerjaan Rumah Pompa Terboyo; Pekerjaan Rumah Pompa Sriwulan.

Matras Bambu

Pohon bambu banyak ditemukan di seluruh wilayah Indonsia. Bambu memiliki karakteristik ketahanan dan daya dukung yang baik bilamana dalam kondisi terendam air. Pengujian daya dukung bambu telah dilakukan di Laboratorium Universitas Gajah Mada. Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak yang menggunakan matras bambu pun sangat efesien. Sebab, biaya kontrusksinya dapat dihemat hingga 30-40 persen dibandingkan menggunakan metode lainnya.

“Tantangan dalam Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak seksi 1 ini adalah penanganan soil improvement pada tanah lunakkata Yusrizal.

Konstruksi Tanggul Laut yang dilaksanakan pada paket Toll Road Development Of Semarang – Demak 1B terdiri dari Cerucuk Bambu, 13 layer Matras Bambu, Geotekstil dan 7 layer Timbunan. Prefabricated Vertical Drain (PVD) dipasang hingga kedalaman 50 m untuk mempercepat proses Sattlement tanah dasar.

Jembatan Kaligawe adalah aset milik Jalan Tol Semarang ABC yang dikelola oleh PT. Jasa Marga dimana melintasi Jalan Nasional (simpang tak sebidang). Di bawah Jembatan Kaligawe adalah area cekungan yang menjadi titik berkumpulnya air banjir. Oleh karena itu, lingkup pekerjaan pada paket Toll Road Development Of Semarang – Demak 1A juga melakukan peninggian perkerasan Jalan Nasional dimana mengakibatkan tinggi clearance rumija di bawah Jembatan Kaligawe kurang dari 5,1 m.

Pekerjaan peninggian Jembatan Kaligawe (STA – 0+250 – 0+525) meliputi pembongkaran struktur atas, peninggian abutment dan pilar dan penggantian struktur atas. Target penyelesaian pada bulan Desember 2023. Manajemen lalu lintas dilaksanakan dengan cara rekayasa pengalihan jalur lalu lintas dimana telah dilakukan simulasi sebelumnya.

Kolam Retensi

Paket Toll Road Development Of Semarang – Demak 1C meliputi pembangunan Kolam Retensi Terboyo seluas 189 hektar dan Sriwulan seluas 28 hektar serta pembangunan Rumah Pompa Terboyo dan Sriwulan.

Pada Rumah Pompa Terboyo dilengkapi 6 unit pompa sedangkan Rumah Pompa Sriwulan dilengkapi 4 unit pompa masing-masing berkapasitas 5 m³/detik.

“Skema dari Kolam Retensi Terboyo ini akan mengendalikan banjir dari Sungai Tenggang dan Sungai Babon. Sementara Kolam Retensi Sriwulan ini mengendalikan banjir dari Sungai Sriwulan” katanya. (PAH)

Baca Juga: Pertama di Indonesia, Fondasi Jalan Tol Semarang-Demak dari Bambu

Oleh:

Share