Jakarta, Lintas – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengapresiasi usaha Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam pencegahan korupsi.
Menteri Basuki Hadimuljono mengatakan, Kementerian PUPR terus berupaya untuk melakukan kegiatan pencegahan korupsi.
Salah satunya melalui kegiatan pembangunan budaya integritas yang diinisiasi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian PUPR.

“Terima kasih kepada DWP karena sejak 2019 terus melakukan kegiatan pembangunan budaya integritas. Mudah-mudahan insan PUPR beserta para pendampingnya selalu diberikan ketangguhan dalam menghindari perilaku korupsi,” kata Menteri Basuki bersama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri saat membuka kegiatan Internalisasi Penguatan Peran Perempuan (Isteri Pejabat) dalam Pembangunan Budaya Integritas Angkatan 7, Kamis (22/6/2023) di Auditorium Kementerian PUPR.
Kegiatan itu dihadiri 204 orang isteri Kepala Balai, Kepala Satker, dan PPK di lingkungan Kementerian PUPR dari Provinsi Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Kepulauan Riau dan Bangka Belitung.
Kementerian PUPR yang diamanahi anggaran besar untuk pembangunan infrastruktur nasional sekitar Rp125 Triliun per tahun, tentu memiliki godaan dan peluang yang juga besar untuk korupsi.

“Tanggung jawab suami Ibu sekalian dalam membelanjakan anggaran ratusan M tentu tidak gampang. Banyak godaan dari dalam dan luar. Itu juga bukan uang pribadi kita, tetapi uang negara. Dan tugas kita membelanjakannya tanpa reward,” tambah Menteri Basuki dalam keterangan yang didapat MajalahLintas.
“Mohon dampingi terus suaminya. Jangan sampai ada keluarga kita yang menyalahi kewenangan sehingga berbuat tercela dalam membelanjakan uang negara yang dipercayakan kepada kita semua,“ pesan Menteri Basuki.
Apresiasi KPK
Ketua KPK Firli Bahuri yang juga hadir dalam kegiatan itu mengatakan, siapapun dapat terlibat korupsi karena adanya kekuasaan, kesempatan, dan kurangnya integritas.
Oleh karena itu, Firli mengapresiasi Kementerian PUPR yang telah mengupayakan pembangunan budaya integritas sejak lama.
“Saya menghargai betul adanya kegiatan pembangunan budaya integritas ini, karena perempuan berperan cukup penting dalam mencegah korupsi,” ujar Firli.

Menurutnya, pemberantasan korupsi oleh KPK diawali dengan edukasi, pencegahan dan upaya terakhir yaitu penegakan hukum untuk menimbulkan efek jera.
“Bapak Ibu sekalian sudah memberikan peran melalui public participation dalam mendukung KPK, sehingga harapannya kita semua dapat membentuk budaya antikorupsi,” jelas Firli.
Firli juga mengatakan, penanaman nilai-nilai integritas dimulai dari keluarga. Dan peran Ibu juga sangat penting dalam membangun keluarga antikorupsi. (EDW)

























