Home Berita Kementerian PUPR Bangun Fasilitas Air Minum di 19.126 Lokasi dalam 5 Tahun

Kementerian PUPR Bangun Fasilitas Air Minum di 19.126 Lokasi dalam 5 Tahun

Share

JAKARTA, LINTAS — Selama periode 2018-2023, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah membangun fasilitas air minum di 19.126 lokasi dan sanitasi di 5.989 lokasi. Kegiatan ini dilaksanakan lewat program Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas).

Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah pada pembekalan kuliah kerja mahasiswa (KKM) di Universitas Muhammadiyah Cirebon mewakili Menteri PUPR, Sabtu (13/7/2024).

“Tercatat, pada periode 2018-2023, Pamsimas telah dilaksanakan di 19.126 lokasi dengan anggaran Rp 4,78 triliun. Untuk Sanimas, pada periode sama, telah dilaksanakan di 5.989 lokasi yang sebagian besar merupakan kabupaten/kota prioritas penanganan stunting dengan biaya Rp 2,2 triliun, dengan jumlah anak balita stunting penerima manfaat sebanyak 18.747 jiwa,” papar Zainal Fatah.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah memukul gong saat membuka pembekalan KKM di Universitas Muhammadiyah Cirebon mewakili Menteri PUPR, Sabtu (13/7/2024). | Dok. Kementerian PUPR

Hingga tahun 2023, capaian akses sanitasi layak sebesar 82 persen dan air minum sebesar 92 persen dari target 100 persen pada tahun 2024. Sementara layanan air minum perpipaan pada akhir 2024 diperkirakan mencapai 20 persen dari target 30 persen, sehingga masih terdapat gap 10 persen.

Selain lewat program Pamsimas dan Sanimas, Sekjen Zainal Fatah mengatakan, untuk menjaga ketahanan pangan dan ketahanan air, Pemerintah melalui Kementerian PUPR pada periode 2015-2024 juga menargetkan pembangunan 61 bendungan yang akan menambah volume air sebesar 3,82 miliar m³.

“Hingga saat ini, telah selesai 43 bendungan termasuk Bendungan Cipanas yang baru saja diresmikan oleh Bapak Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin. Sementara sisanya 18 bendungan lainnya masih dalam tahap konstruksi. Dari 18 bendungan tersebut 15 di antaranya ditargetkan selesai hingga akhir tahun 2024,” kata Sekjen Zainal Fatah.

Peran Universitas Muhammadiyah

Dalam kesempatan itu, Zainal Fatah menyampaikan apresiasi kepada keterlibatan Universitas Muhammadiyah Cirebon dalam mendukung program pemberantasan stunting.

“Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Cirebon ini yang akan melaksanakan KKM ke lapangan, kita dorong untuk dapat menjadi agen pendamping program pemberantasan stunting,” kata Zainal Fatah.

Apalagi kata Zainal Fatah, tema KKM Universitas Muhammadiyah Cirebon tahun 2024 yang mengangkat isu tentang
penanganan stunting dan kecakapan sumber daya manusia (SDM) perempuan dalam mencapai Indonesia Emas 2045.

“Dalam mewujudkan penurunan stunting ,kita harus berkolaborasi dengan berbagai pihak sesuai tugas dan peran masing-masing. Khusus Kementerian PUPR mendukung akses air bersih dan sanitasi melalui program Pamsimas dan Sanimas. Program ini bersifat inklusif dengan keterlibatan seluruh masyarakat termasuk perempuan dan penyandang disabilitas sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan,” kata Zainal Fatah.

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Cirebon saat mengikuti pembekalan KKM di Universitas Muhammadiyah Cirebon, Sabtu (13/7/2024). | Dok. Kementerian PUPR

Dikatakan Sekjen Zainal Fatah, selain program perbaikan gizi, pada dasarnya yang harus diperbaiki adalah ketahanan pangan masyarakat secara mandiri.

“Selanjutnya adalah infrastrukturnya, tidak mungkin punya makanan yang sehat kalau airnya tidak sehat. Demikian juga dengan sanitasi yang baik diperlukan air yang bersih,” ujarnya.

Rektor Universitas Muhammadiah Cirebon Arif Nurudin mengucapkan terima kasih atas kehadiran Sekjen Zainal Fatah mewakili Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam pembekalan KKM tersebut.

“Ini merupakan KKM berkelanjutan, ada beberapa desa yang sudah kami tangani. Dengan dana kampus dan dana Lazis Muhammadiyah, kami ikut berkontribusi dalam membantu pemerintah mengatasi stunting,” ujarnya. (HRZ)

Baca Juga: Usai Program Sejuta Rumah, Pamsimas Jadi Prioritas Kementerian PUPR

Oleh:

Share