JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) turut berperan aktif dalam menangani bencana banjir yang melanda Sukabumi, Jawa Barat.
Meskipun wilayah sungai di daerah tersebut berada dalam kewenangan pemerintah provinsi, Kementerian PU tetap memberikan bantuan berupa alat berat untuk normalisasi sungai guna mengurangi dampak banjir.
“Untuk Sukabumi, memang wilayah sungainya merupakan kewenangan provinsi. Namun, kami tetap turun membantu, termasuk dalam penyediaan alat berat untuk normalisasi sungai,” ujar Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Lilik Retno Cahyadiningsih, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (7/3/2025).
Dalam upaya pencegahan banjir yang lebih luas, Kementerian PU juga merekomendasikan pembongkaran salah satu jembatan yang dianggap menghambat aliran sungai. Pembongkaran tersebut akan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Barat sesuai dengan kewenangannya.
“Kami sudah berkoordinasi dengan dinas provinsi terkait pembongkaran jembatan yang berpotensi menghambat aliran air,” tambah Lilik.
Bencana Hidrometeorologi
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor di daerah tersebut semakin meluas. Awalnya hanya terjadi di sembilan titik, namun jumlahnya meningkat menjadi 18 titik pada 6-7 Maret 2025.
“Banjir terjadi di 14 titik, tembok penahan tanah (TPT) ambruk di tiga titik, dan longsor terjadi di satu titik. Meski demikian, tidak ada korban jiwa akibat bencana ini,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Novian Rahmat dalam kesempatan terpisah.
Hingga saat ini, sebanyak 91 jiwa dilaporkan terdampak bencana. BPBD masih melakukan asesmen di lokasi untuk memastikan jumlah warga yang terkena dampak lebih lanjut.
Banjir di Kota Sukabumi disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya:
- Pendangkalan sungai akibat tumpukan sampah
- Penyempitan aliran sungai
- Drainase tersumbat sampah
Sebagai langkah penanganan, petugas telah mendistribusikan bantuan darurat kepada para penyintas bencana. Selain itu, tim di lapangan juga melakukan normalisasi aliran sungai guna mencegah banjir susulan.
“Hingga saat ini, mayoritas daerah yang terdampak banjir sudah mulai surut,” ujsr Novian. (GIT)































