Home Berita Kementerian PU Teken Kontrak Pembangunan 152 SPPG untuk Program MBG 2025

Kementerian PU Teken Kontrak Pembangunan 152 SPPG untuk Program MBG 2025

Share

JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menandatangani kontrak pembangunan gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tahun Anggaran 2025 pada Jumat (21/11/2025) di kantor Kementerian PU Jakarta.

Penandatanganan yang disaksikan langsung Menteri PU Dody Hanggodo, ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memperkuat infrastruktur pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa Program MBG merupakan amanat Presiden Prabowo Subianto dalam mencetak generasi Indonesia yang sehat dan cerdas.

“Program MBG adalah amanat Presiden Prabowo untuk mencetak generasi Indonesia yang sehat dan cerdas. Program ini juga mendorong ekonomi lokal dengan melibatkan petani, nelayan, dan UMKM,” ujar Dody.

Strategi Pembangunan Nasional

Ia menambahkan bahwa MBG tidak semata-mata berfungsi sebagai program sosial, melainkan menjadi bagian penting dari strategi pembangunan nasional. Program ini sejalan dengan sasaran PU608 yang mencakup penurunan angka kemiskinan, pengurangan Incremental Capital Output Ratio (ICOR), serta penguatan pertumbuhan ekonomi.

“Pembangunan dapur SPPG tidak hanya mencakup dapur utama, tetapi juga sarana pendukung seperti akses jalan, jaringan air bersih, sanitasi, serta kendaraan distribusi makanan. Semua ini penting untuk memastikan layanan gizi yang sehat dan terjangkau bagi anak-anak sekolah,” jelasnya.

Pembagian Paket Pekerjaan

Penandatanganan kontrak pembangunan SPPG tahun 2025 dibagi menjadi tiga wilayah paket pembangunan, meliputi paket fisik dan paket supervisi:

  • SPPG 1 – 78 lokasi
    Meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. Paket ini terdiri dari pekerjaan konstruksi dan dua paket konsultan supervisi.
  • SPPG 2 – 74 lokasi
    Mencakup Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.
  • SPPG 3 – 70 lokasi
    Lokasi tersebar di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, NTT, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.
    Paket ini masih dalam tahap evaluasi dan dijadwalkan penandatanganan kontrak pada Senin, 24 November 2025.

Dengan demikian, total pembangunan gedung SPPG Tahun Anggaran 2025 mencapai 222 lokasi. Direktur Jenderal Prasarana Strategis, Bisma Staniarto, menegaskan bahwa pembangunan SPPG mengacu pada Keputusan Menteri PU Nomor 628/KPTS/M/2025 tentang Desain Prototipe Gedung SPPG.

Direktur Jenderal Prasarana Strategis, Bisma Staniarto. |Dok/Birkompu.

“Dengan mengacu pada desain prototipe ini, penyiapan dokumen perencanaan dan pelaksanaan pembangunan dapat dilakukan lebih cepat,” ujar Bisma. Menurut dia, bahwa prototipe gedung SPPG dirancang dengan standar keamanan dan higienitas yang tinggi.

“Bangunan SPPG menggunakan material dinding yang aman terhadap bakteri dan jamur, plafon serta lapisan dinding tahan api di area memasak, lantai berlapis epoxy, sistem tata udara, filter air bersih, Instalasi Pengolahan Air Limbah, dan perlengkapan pemadam kebakaran,” jelas Bisma. (*/CHI)

Baca Juga: Sekolah Rakyat 11 Cisarua Bandung Barat Hadirkan Kesempatan Kedua bagi Anak Putus Sekolah

Oleh:

Share