JAKARTA, LINTAS — Upaya mencapai target pembangunan “PU 608” tak hanya soal infrastruktur. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) juga serius menyiapkan pemimpin masa depan yang berintegritas dan berjiwa melayani.
Pada Sabtu, 14 Juni 2025, Kementerian PU melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) menutup Pelatihan Pengembangan Kapasitas Pemimpin Masa Depan Angkatan I Tahun 2025. Program ini digelar sebagai bagian dari langkah strategis menuju Indonesia Emas 2045.
Pelatihan, yang digelar di Balai Bangkom PU Wilayah III Jakarta, ini bertujuan membentuk pemimpin strategis yang tak hanya cakap secara teknis dan manajerial, tetapi juga memiliki karakter tangguh dan orientasi pada hasil. Kegiatan ini diikuti oleh 62 peserta dari berbagai unit kerja di lingkungan Kementerian PU.
Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti, yang mewakili Menteri PU Dody Hanggodo, menyampaikan, inti dari pelatihan ini adalah pembentukan karakter. Ia menegaskan bahwa pemimpin sejati harus jujur, berani mengakui kesalahan, serta mampu membawa perubahan nyata di tempat kerjanya.








“Nilai terpenting dalam pelatihan ini adalah integritas. Jadilah pemimpin yang berdampak, punya empati, tapi tetap rendah hati,” kata Diana dikutip dari rilis pers yang diterima majalahlintas.com, Sabtu (14/6/2025).
Ia juga mengingatkan bahwa jabatan adalah titipan dan pengaruh adalah amanah. Karena itu, setiap peserta dituntut untuk bertanggung jawab, baik kepada atasan maupun kepada Tuhan.
Membangun Jejaring
Selain itu, peserta didorong untuk membangun jejaring lintas sektor dan mengembangkan solusi infrastruktur yang berkelanjutan serta berbasis teknologi. Kolaborasi dianggap sebagai kunci sukses dalam mempercepat pembangunan.
Pelatihan ini menghadirkan sejumlah pejabat tinggi Kementerian PU, pakar lintas kementerian, serta akademisi dari berbagai bidang. Materi yang disampaikan meliputi strategi kebijakan, geopolitik, komunikasi krisis, hingga transformasi digital.
Sebagai bentuk apresiasi, seluruh peserta menerima sertifikat dari Universitas Pertahanan RI dan kenang-kenangan dari Kementerian PU. Sertifikat itu menjadi simbol tanggung jawab baru sebagai agen perubahan di bidang infrastruktur nasional.

Turut hadir dalam penutupan pelatihan antara lain Sekretaris Jenderal Mohammad Zainal Fatah, para direktur jenderal di lingkungan Kementerian PU, serta Kepala BPSDM Canka Amprawati Suryadi Putri.
Melalui pelatihan ini, Kementerian PU berharap dapat mencetak pemimpin-pemimpin andal yang mampu mewujudkan efisiensi investasi (ICOR di bawah 6), pengentasan rakyat dari kemiskinan, dan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029—target yang terangkum dalam visi besar PU 608. (HRZ)































