Home Berita Kementerian PU Pulihkan Ratusan Titik Jalan dan Jembatan di Sumatera Utara

Kementerian PU Pulihkan Ratusan Titik Jalan dan Jembatan di Sumatera Utara

Share

JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani dampak bencana longsor dan banjir yang melanda wilayah Sumatera Utara. Sedikitnya 12 kabupaten/kota terdampak dengan ratusan titik kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan.

Berdasarkan data Kementerian PU, tercatat sebanyak 263 titik longsoran tebing, 19 titik jalan putus, 65 titik jalan amblas, 7 titik jembatan putus atau rusak, serta 28 titik genangan banjir yang harus ditangani secara darurat dan bertahap.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemulihan akses transportasi menjadi prioritas utama agar distribusi logistik dan mobilitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

“Kementerian PU bergerak cepat agar akses logistik dan mobilitas warga segera pulih. Keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama, sehingga setiap penanganan dilakukan dengan memperhatikan kondisi lapangan dan stabilitas lereng,” ujar Dody dikutip Kamis (8/1/2026).

263 Titik Longsoran Tertangani

Hingga 6 Januari 2026 pukul 20.00 WIB, seluruh 263 titik longsoran tebing telah berhasil ditangani. Selain itu, 14 dari 19 titik jalan putus sudah kembali fungsional, seluruh 65 titik jalan amblas tertangani, tujuh titik jembatan putus atau rusak telah difungsikan kembali, serta 28 titik genangan banjir dilaporkan telah surut.

Namun demikian, masih terdapat satu segmen jalan yang belum dapat difungsikan, yakni ruas Simpang Rampa–Sibolga via Batu Lubang. Ruas ini terdampak longsoran lereng dan tebing di lima lokasi dengan kondisi tanah yang belum stabil, sehingga penanganan darurat belum memungkinkan dilakukan.

Untuk ruas Simpang Rampa–Sibolga via Batu Lubang, Kementerian PU telah merencanakan penanganan permanen melalui pengalihan trase jalan. Sementara itu, akses Tarutung–Sibolga tetap dapat dilalui melalui jalur alternatif Tarutung–Rampa–Poriaha dengan pembatasan khusus untuk kendaraan kecil.

Keselamatan Pengguna Jalan

Sementara pada koridor Tarutung–Sipirok sepanjang 68 kilometer, akses jalan telah kembali terhubung sepenuhnya. Meski demikian, penyempurnaan jalan sementara atau detour masih terus dilakukan guna memastikan keselamatan pengguna jalan.

Koridor Batangtoru–Singkuang juga telah kembali terhubung dan dapat dilalui kendaraan ringan, meskipun masih memerlukan penimbunan, perbaikan, serta pemadatan agregat akibat kondisi cuaca yang sering diguyur hujan.

Di koridor Sibolga–Batangtoru, Kementerian PU telah menyelesaikan pemasangan jembatan bailey bentang 33 meter di Jembatan Aek Garoga 2 dan jembatan bailey bentang 44 meter di Sungai Garoga 3. Kedua jembatan tersebut kini telah fungsional dan mendukung konektivitas menuju Kota Sibolga.

Telah Difungsikan

Ruas jalan yang mengalami dampak terparah berada pada ruas Batas Kota Tarutung–Batas Kabupaten Tapanuli Tengah–Sibolga dengan 176 titik kerusakan, disusul ruas Tarutung–Sipirok dengan 55 titik.

Dari total 23 lokasi jalan putus yang terdata, 17 titik telah berhasil difungsikan kembali. Sementara satu titik di Jembatan Aek Puli B tidak dilakukan penanganan karena telah tersedia jembatan duplikasi.

Untuk mempercepat proses penanganan, Kementerian PU telah mengerahkan sebanyak 137 unit alat berat yang terdiri dari loader, excavator, backhoe loader, vibro roller, dozer, motor grader, dump truck, flat bed truck, hingga truk operasional lainnya. (CHI)

Baca Juga: Hutama Karya Bangun 198 Unit Huntara di Aceh Tamiang

Oleh:

Share