JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan pengerukan sedimentasi di Saluran Irigasi Patemon Kajanan, Daerah Irigasi (D.I.) Tukad Saba, Kabupaten Buleleng, Bali, sebagai upaya menjaga kelancaran distribusi air bagi lahan pertanian seluas sekitar 3.897 hektar.
Langkah ini dilakukan melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida untuk mengantisipasi dampak musim kemarau dan fenomena El Nino sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, penguatan dan pemeliharaan infrastruktur irigasi menjadi salah satu kunci menjaga keberlanjutan produksi pangan di tengah tantangan perubahan iklim. Infrastruktur yang berfungsi optimal akan memberikan kepastian pasokan air bagi petani sehingga produktivitas lahan tetap terjaga.
“Kehadiran infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau atau perubahan iklim,” tutur Dody, dikutip Jumat (7/8/2026).
Pengerukan dilakukan dengan mengangkat endapan sedimen yang menumpuk di dasar saluran irigasi. Sedimentasi yang dibiarkan berlarut dapat mengurangi kapasitas aliran air, sehingga distribusi air menuju lahan pertanian menjadi kurang optimal.





Saluran Diharapkan Kembali Maksimal
Melalui kegiatan tersebut, kapasitas saluran diharapkan kembali maksimal sehingga aliran air dapat mengalir lebih lancar dan merata ke seluruh area persawahan yang dilayani oleh jaringan irigasi.
Daerah Irigasi Tukad Saba merupakan salah satu kawasan irigasi penting di Kabupaten Buleleng. Jaringan ini memiliki saluran primer sepanjang 35.191 meter dan saluran sekunder sepanjang 57.657 meter, yang mengairi lahan baku sekitar 3.897 hektare.
Kawasan pertanian tersebut menjadi sentra produksi berbagai komoditas, mulai dari padi hingga aneka sayuran, yang berperan penting dalam menopang perekonomian masyarakat setempat.
Karena itu, pemeliharaan jaringan irigasi secara berkala menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga keandalan infrastruktur sumber daya air, khususnya saat musim kemarau yang berpotensi menurunkan ketersediaan air. (CHI)
Baca Juga: Kementerian PU Tangani 492 Lokasi Kekeringan di Indonesia, Selamatkan 22.210 Hektar Sawah











